Loading...

Kenalan di Aplikasi Pencarian Jodoh, Pelajar di Bondowoso Disodomi Oknum PNS dan Tenaga Honorer

Loading...

Cektkp.id- Pelajar berusia 17 tahun di Bondowoso menjadi korban sodomi. Ia disodomi seorang PNS dan tenaga honorer.

Pelaku pertama yang tertangkap yakni Muhni Suswoto (50), warga Jatibanteng, Situbondo. Sementara korbannya seorang pelajar sekolah lanjutan asal Bondowoso.

“Pelaku kami tangkap di rumah kontrakannya di daerah Pancoran. Pelaku langsung kami tetapkan tersangka dan ditahan,” kata Kasat Reskrim Bondowoso AKP Jamal saat dikonfirmasi di kantornya, Jumat (13/3/2020).

Muhni merupakan seorang PNS yang berdinas di Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur yang ada di Situbondo. “Betul. Pelaku seorang PNS yang ada di Situbondo,” imbuhnya.

Setelah menangkap Muhni, polisi juga mengamankan tenaga honorer di salah satu dinas di lingkungan Pemkab Situbondo. Ia yakni Arsad (38), warga Kapongan, Situbondo.

Baca Juga  Risma Sudah Cabut Laporan, Polisi: Zikria Belum Tentu Bebas

“Pelaku ditangkap di rumahnya di Situbondo, lalu kami bawa ke Bondowoso,” ungkap Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, saat dikonfirmasi wartawan di kantornya.

Aksi sodomi berawal dari perkenalan korban dan kedua pelaku di aplikasi pencarian jodoh. Kedua pihak lantas saling bertukar nomer WhatsApp. Pelaku kemudian mengajak bertemu. Namun korban sempat menolak.

Pelaku tak patah arang. Dia menanyakan alamat rumah korban untuk didatangi. Setelah diberitahu, Arsad datang bersama Muhni.

Saat di rumah korban yang memang sedang sepi, Arsad berpura-pura minta diantar ke kamar mandi. Tak lama berselang, korban disodomi kedua pelaku secara bergantian.

Saat orang tuanya meminta untuk ikut tes Polri, korban merasa ogah-ogahan dan kurang antusias. Setelah dipaksa orang tuanya, baru korban mengaku pada ibunya pernah disodomi.

Baca Juga  Gara-gara Mabuk Tuak, Leher Mandor Galian C Digorok Hingga Nyaris Putus

Pelaku terancam melanggar Pasal 82 ayat (1) UU No 17 Tahun 2016, tentang perubahan atas UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara dan atau denda.

Sumber: detik.com