Loading...

Bunuh Istri Siri, Pria 39 Tahun Divonis 16 Tahun Penjara

Loading...

Cektkp.id, Denpasar- Majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar memvonis terdakwa Rudianto (39), hukuman penjara 16 tahun, atas kasus pembunuhan terhadap istri sirinya bernama Halimah (26) di dekat pasar Kreneng Denpasar.

Terdakwa asal Sampang, Madura ini langsung tertunduk saat ketok palu hakim, menjatuhkan hukuman di muka sidang ruang Tirta, Kamis (5/3).

“Mengadili terdakwa bersalah melawan hukum menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana tertuang dalam Pasal 340 KUHP. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 16 tahun penjara,” putus hakim yang dibacakan Dayu Adnyadewi,SH.MH.

Jaksa I Made Santiawan selaku JPU yang sebelumnya menuntut 20 tahun penjara, memilih untuk pikir-pikir menanggapi putusan hakim. Sementara terdakwa menyatakan menerima.

Jaksa menuturkan, kasus pembunuhan berawal dari ditemukannya percakapan pribadi antara korban Halimah yang merupakan istri siri terdakwa dengan seseorang bernama Wawan di media sosial Facebook.

Terdakwa menduga korban Halimah berselingkuh dengan seseorang bernama Wawan, hingga membuat terdakwa sakit hati dan membeli sebuah pisau di Pasar Kebang Surabaya, Jawa Timur seharga Rp45 ribu untuk membunuh Wawan.

Setelah membeli pisau, Selasa (14/10/2019) sekitar pukul 02.30 WITA, Rudianto berangkat dari Surabaya mengendarai sepeda motor menuju Bali. Dalam perjalanan terdakwa menghubungi korban dan keduanya sepakat bertemu di kos korban.

Baca Juga  Modal Dijanjikan Nilai Bagus, Guru di Padang Pariaman Berhasil Mantap-mantap Muridnya

Namun tak berselang lama, korban menghubungi dan membatalkan untuk bertemu dengan terdakwa di kosnya dan meminta untuk bertemu di Pasar Kreneng.

Atas kesepakatan, terdakwa dan korban akhirnya bertemu di halaman Kampus STISPOL Wira Bhakti Denpasar di Jalan Lely No.1 Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 20.00 WITA.

Setelah bertemu, Rudianto bertanya di mana kosnya?, dan dijawab oleh korban “Sudah kamu pulang jangan urusin saya”. Terdakwa lalu berkata “jangan begitu kamu. Saya cuman tanya di mana tempat kos kamu, kalau sudah punya suami bilang terus terang dijawab oleh korban “suami suami matamu” sahut korban dalam dakwaan.

Terdakwa kemudian mengambil handphone di saku celananya dan menunjukan screenshot percakapan di Facebook korban dengan nama akun Felisa Ramdani yang memuat percakapan dengan seseorang bernama Wawan, namun korban tidak menjawab.

Terdakwa lalu berkata “kalau kamu tidak jawab berarti kamu salah, kalau nggak jawab berarti kamu mati sekarang”. Usai berkata, Rudianto mengambil pisau di bawah jok motor yang dipersiapkan dari Surabaya.

Baca Juga  Alasan Risma Laporkan Zikria Karena Sakit Hati Dikatain "Kodok Betina"

Melihat itu, korban berusaha merebut pisau tersebut sambil berkata “kamu saja mati duluan” namun terdakwa langsung menusuk ke perut kiri korban sambil berkata “kamu mati duluan” sembari mengayunkan pisau berkali-kali ke tubuh korban.

Halima kemudian berlari namun terjatuh tertelungkup di halaman kampus Stispol. Terdakwa yang sudah kalap kembali menikam punggung korban hingga akhirnya korban meninggal di TKP.

Hasil pemeriksaan luar maupun pemerisaan dalam (otopsi) oleh dr. Kunthi Yulianti, Sp. KF., dokter instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, terdapat 14 luka terbuka di sekujur tubuh korban.

“Ditemukan luka-luka tusuk akibat kekerasan senjata tajam, sebab kematian korban adalah luka tusuk pada perut yang menimbulkan pendarahan,” urai jaksa dalam dakwaan. (Cektkp/red)