Loading...

Pelajar SMA Bunuh Begal, Jaksa Agung: Sebenarnya Tidak Ada Keinginan dari Begal Itu untuk Memρèřĸȯsà

Loading...

Cektkp.id- Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin turut angkat bicara terkait kasus pelajar SMA berinisial ZA, pelaku pembunuhan terhadap begal yang hendak memρèřĸȯsà kekasihnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Mulanya, anggota Komisi III DPR, Muhammad Syafi’i mengkiritik status ZA yang ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara seumur hidup usai membunuh begal yang hendak memρèřĸȯsà sang kekasih. Padahal, ZA menurut Syafi’i adalah korban begal sehingga wajar jika membela diri.

“Kemudian kasus yang lagi viral, anak muda yang mau dibegal diancam hukuman seumur hidup. Wah, saya kira ini dahsyat sekali,” tutur Syafi’i di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Baca Juga  Mami Atun Terciduk Jual ABG di Kafe, Korban Dilarang Menstruasi

Lantas Jaksa Agung menjelaskan duduk perkara tersebut. Dia berujar bahwa sejatinya pelaku tidak ingin memρèřĸȯsà kekasih ZA.

Untuk perkara begal anak-anak di Malang dan kalau nanti berkasnya secara penuh, sebenarnya tidak ada keinginan dari begal itu untuk memρèřĸȯsà,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin berujar bahwa ZA memang sudah membawa senjata tajam saat kejadian itu. Sehingga membela diri dengan menusukkan pisau ke salah satu pelaku begal jelas keliru.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan ZA tidak tepat. Sebab, ZA dianggap membela diri dalam keadaan yang tidak sepenuhnya terpaksa.

Dia membela diri memang tidak dalam daya paksa yang penuh karena dia sudah membawa senjata tajam,” tuturnya.

Baca Juga  Pelajar SMA Bunuh Begal, Pisau Dapur Dibawa ZA untuk Mengerjakan Tugas Sekolah

Selain itu, dia juga menekankan bahwa jaksa tidak melakukan penahanan terhadap ZA karena masih di bawah umur. “Mohon maaf kami tidak melakukan penahanan kepada anak itu,” timpal Burhanuddin.

Sumber: okezone.com