Loading...

Hakim PN Medan Dibunuh, Istri Minta Eksekutor Tak Menghubunginya Selama Lima Bulan

Loading...

Cektkp.id, Medan – Kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan bahwa ada yang menarik dalam kasus pembunuhan hakim. Istri korban memberikan ‘Warning’ atau peringatan kepada para eksekutor JP dan RF.

“Ada yang menarik dari sini, bahwa sang istriĀ  memberikan warning jangan pernah menghubungi saya empat sampai lima bulan. Sampai semua dinyatakan aman,” ungkap Kapolda Sumut kepada wartawan, Kamis (16/1/2020).

Kapolda menuturkan bahwa hal tersebut yang membuat penyidik menduduki kasus ini sebagai pembunuhan berencana.

Reka adegan kasus pembunuhan hakim Jamaluddin (ist)

“Ini menarik sehingga dugaan kita pasal yang kita tuduhkan akan menjadi kasus pembunuhan berencana,” ucap Martuani.

Kapolda juga menjelaskan bahwa dalam reka adegan yang berlangsung di rumah korban ada 54 adegan.

Baca Juga  Demi Kesembuhan Sang Suami, Istri Rela Digoyang Dukun Gadungan di Gubuk Tua

“Untuk rekonstruksi ini dilakukan sebanyak 54 adegan di rumahnya,” jelasnya.

Dalam kasus ini pihak kepolisian sudah berhasil mengungkap para pelakunya diantaranya adalah istri korban ZH (41), dan dua orang eksekutor yakni JP (42) dan RF (29). Di mana, istri korban diketahui sebagai otak pelaku pembunuhan Jamaluddin.

Untuk diketahui bahwa Jamaluddin (55) merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok B No. 22 Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor. Di mana korban ditemukan meninggal dunia di jurang areal kebun sawit milik masyarakat di Dusun II Namo Bintang Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, Jumat (29/11) siang.

Reka adegan pembunuhan hakim Jamaluddin (ist)

Pada saat ditemukan korban berada di dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado BK 77 HD dalam keadaan kaku terlentang di bangku mobil nomor dua dengan kondisi tidak bernyawa lagi dengan posisi miring dengan wajah mengarah ke bagian depan.

Baca Juga  Dua Orang Polisi Pura-pura Beradegan Mantap-mantap di Pohon Demi Ciduk Pasangan Mesum

Kemudian jasad Jamaluddin telah diautopsi di RS Bhayangakara, Medan pada Jumat (29/11) malam. Jenazahnya kemudian dibawa untuk dimakamkan di Nagan Raya, Aceh, Sabtu (30/11). (Cektkp/iwomedan)