Loading...

Uang Tabungan Diduga Dibawa Lari BMT Amanah Ray, Puluhan Pedagang di Medan dan Deli Serdang Lapor Polisi

Loading...

Cektkp.id, Medan- Puluhan pedagang di berbagai pasar di Kota Medan, diduga menjadi korban Koperasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Amanah Ray. Bahkan tak tanggung-tanggung kurang lebih total uang yang diduga dilarikan koperasi tersebut mencapai Rp 30 miliar.

Karena tak ada kabar dan kepastian hingga berhari-hari, puluhan pedagang dari Pasar Petisah, Pasar Sei Sikambing, Pasar Kampung Lalang dan Pasar Deli Tua hingga Pajak Gambir mendatangi Polrestabes Medan guna membuat laporan penipuan, Rabu (11/9/2019).

Diketahui, mereka (para nasabah) menjadi korban penipuan diduga koperasi bodong yang menawarkan investasi dan juga tabungan

Sekitar Rp 30 miliar uang milik nasabah raib, diduga dilarikan oleh pemilik koperasi bernama BMT Amanah Ray. Rata-rata para korban sedikitnya mengalami kerugian per orang ada yang Rp 100 juta – Rp 500 juta.

Seperti yang dialami, Kedi Lumban Gajah, salah seorang pedagang di Pasar Petisah yang uangnya telah raib.

“Saya menabung dalam bentuk deposito akan tetapi sampai sekarang belum juga kembali,” keluhnya.

Hal yang sama disampaikan, Siswarno, pedagang ikan di Pasar Petisah yang kehilangan uangnya sebesar Rp 17 juta. ” Saya hanya menabung setiap bulan jadi total tabungan saya sebesar Rp 17 juta,” ucapnya.

Baca Juga  Motor Matic Raib di Parkiran Minimarket, Polisi: Kita Harapkan Korban Segera Membuat Laporan

Ia mengatakan bahwa setiap hari menabung secara rutin, tapi saat akan dilakukan penarikan ternyata kantor BMT Amanah Ray sudah tutup.

Dalam pengaduan di Polrestabes Medan para pedagang didampingi langsung DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B), Suwarno, Rahmat Syah Ramadhan Harahap, Sekretaris, beserta Teken Sinaga,Humas dan Siswarno Ketua DPD P4B Kota Medan.

Dikatakan, Suwarno pihaknya berharap agar jajaran kepolisian bisa bertindak dengan cepat atas persoalan tersebut.

” Saya mendesak agar jajaran kepolisian, dalam hal ini Bapak Kapoldasu untuk segera bertindak cepat membentuk tim agar segera menangkap pimpinan BMT Amanah Ray untuk mempertanggungjawabkan segala tindakan kepada pedagang,” tegasnya.

Kata , Suwarno bahwa dirinya juga menjadi korban sehingga merasa turut andil mendampingi para pedagang yang menjadi korban.

“Kami jajaran pengurus P4B akan tetap mengawal proses hukum ini sampai tuntas,” katanya.

Dikatakan, Suwarno pihaknya mendapat laporan Kantor BMT Amanah Ray tutup ditanggal 9 September hingga melakukan pengecekan.

“Saya sehari-hari berjualan di Pasar Petisah begitu mendapat kabar bahwa Kantor BMT Amanah Ray tutup, kami lakukan pengecekan di Jalan TB Simatupang sebagai kantor pusat, ternyata memang sudah tutup. Akhirnya,kami lakukan pendataan di Pasar Petisah jumlah mencapai kurang lebih ratusan pedagang, dan ternyata seluruh pedagang di seluruh pasar di Kota Medan hingga Deli Serdang juga menjadi korban sampai akhirnya kami membuat laporan secara resmi,” katanya.

Baca Juga  Mahasiswa Ini Sebar Video Ehek-ehek ke Orang Tua Pacar, Ini Penyebabnya

Ia mengaku sudah mendatangi rumah Direktur BMT Amanah Ray , Rusdiono di Deli Tua, namun kondisi rumah tersebut sudah kosong.

Dan dari didapatkan terdapat tujuh cabang kantor BMT Amanah Ray antara lain di Jalan Pinang Baris, Jalan Sutrisno, Pakam, Deli Tua, Setia Budi, Marelan dan Binjai.

Saat ini ketujuh kantor cabang tersebut sudah tutup dan tidak beroperasi lagi.

Tak lupa , Suwarno berharap agar pihak kepolisian melakukan pencekalan agar pimpinan BMT Amanah Ray tidak bisa keluar dari Indonesia

Dari amatan wartawan di Polrestabes Medan saat itu ratusan pedagang hadir untuk membuat laporan resmi yang diwakili DPP DPP Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B).

Hingga laporan diterima dengan No STTLP/2009/IXYAN2.5/2019/SPKT Restabes Medan. (Cektkp/rom)