Loading...

Waduh, Ada Caleg yang Mau Beli Uang Palsu

Loading...

Cektkp.id- Lima orang sindikat uang palsu, berhasil diringkus Polsek Anjongan, Kabupaten Mempawah Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat sore (8/2/2019). Sindikat ini mencetak uang palsu sebanyak Rp200 juta dalam satu bulan terakhir dan rencana menjualnya kepada calon legislatif (caleg) menjelang Pileg 2019.

Kelima anggota sindikat ditangkap dari Pasar Anjongan, Desa Galang dan Gang Flexi, Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara. Sementara barang bukti yang diamankan berupa serpihan uang palsu yang sudah terbakar, sebuah printer, serta kertas pengikat uang berlogo salah satu bank BUMN Cabang Pontianak.

Polisi awalnya mengamankan tiga tersangka, Sunarwi dan Husin dan Saruji, di Desa Galang, Jumat siang. Dari keterangan Sunarwi, uang palsu diproduksi di rumahnya di toilet rumahnya, di Gang Flexi, Jalan 28 Oktober, Kecamatan Pontianak Utara.

“Menurut pengakuan tersangka, dia mencetak uang palsu di rumahnya sebanyak Rp200 juta dalam satu bulan terakhir di WC kamarnya,” kata Kapolsek Anjongan Iptu Ambril.

Sayangnya saat petugas Polsek Anjongan melakukan penggeledahan di toilet rumahnya, mereka tidak berhasil menemukan barang bukti uang palsu. Petugas bersama para pelaku kemudian bergerak ke rumah keluarga Sunarwi di Jalan Selat Remis, Kecamatan Pontianak Utara.

Baca Juga  Puaskan Nafsu Lelaki Hidung Belang, Gadis 14 Tahun Dijual Rp 10 Juta Oleh Tantenya

Di rumah tersebut ditemukan sebuah printer di dalam kardus dan kertas pengikat uang pecahan Rp100.000 berlogo salah satu bank BUMN Cabang Pontianak.

Tidak sampai di situ, petugas bersama pelaku kembali ke rumah Sunarwi di Gang Flexi untuk mencari sisa uang palsu yang disembunyikan oleh Sunarwi. Petugas kepolisian kembali kecewa lantaran uang palsu pecahan Rp100.000 tersebut diduga sudah dibakar oleh istrinya, Sumiati.

Kapolsek Anjongan Iptu Ambril mengatakan, pengungkapan sindikat uang palsu ini berawal dari warga Siti Maimunah yang membelanjakan uang palsu di Pasar Anjongan. Warga yang belakangan mengetahui itu uang palsu menjadi heboh dan melaporkannya ke Polsek Anjongan.

Dari hasil penyidikan, polisi mendapatkan tiga nama. Sunarwi dan Husin, diduga menjadi pembawa uang palsu dan Suraji sebagai pembuat uang palsu. Mereka selanjutnya diamankan. Sementara istri Sunarwi, Sumiati, ikut dibawa ke Polsek Anjongan lantaran diduga telah membakar uang palsu pecahan Rp100.000 sebanyak Rp50 juta. Saat ini, kelima pelaku  ditahan di Polsek Anjongan.

Baca Juga  Motor Matic Raib di Parkiran Minimarket, Polisi: Kita Harapkan Korban Segera Membuat Laporan

Ambril mengimbau kepada para warga untuk segera melapor ke polisi jika menemukan uang palsu. Sebab, dari keterangan tersangka, dia banyak mengedarkan uang palsu di Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak. Bahkan, uang palsu ini rencananya akan dijual kepada calon legislatif (caleg) dengan harga Rp200.000 per pecahan Rp1 juta. Polisi juga terus mengembangkan kasus ini.

Warga lain silakan melaporkan ke kepolisian karena saya yakin uang ini lebih banyak beredar di Pontianak,” kata Ambril.

Sumber: inews.id