Loading...

Astaga, Mau Ngambil Jenazah Korban Tsunami Kena Pungli

Loading...

Cektkp.id- Pengambilan jenazah korban tsunami Banten di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara, diduga terjadi praktik pungutan liar alias pungli. Kasus ini sudah dilimpahkan ke Polda Banten.

“Perkara itu (pungli RSDP Serang) dilimpahkan ke polda betul untuk ditangani secara komprehensif,” kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir saat dikonfirmasi, Jumat (28/12).

Kata Kapolda, penyidik masih melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi dan belum menetapkan tersangka. “Belum ada tersangka. Semua sedang diperiksa dulu dalam tahap penyelidikan. Kalau sudah dilakukan penyelidikan, dan bila ditemukan adanya tindakan pidananya akan kita naikan ke penyidikan. Setelah itu akan diperiksa periksa lagi, kita gelar perkara. Barulah naik ke tersangka,” jelasnya.

Baca Juga  Pendekar Banten Geram Foto Ulama Dilabeli Kafir di Jidat

Tomsi menjanjikan, dalam waktu dua sampai tiga hari akan merilis tersangka kasus dugaan pungli pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda kepada media.

Sebelumnya, Ombudsman Provinsi Banten mengecam tindakan oknum yang meminta biaya kepada keluarga korban bencana tsunami di Selat Sunda. Pungutan hingga jutaan rupiah kepada korban bencana dinilai sangat tidak etis.

Pungutan tersebut mencuat setelah kerabat korban bernama Leo Manullang diminta membayar biaya jenazah oleh pihak rumah sakit. Kerabat Leo merupakan korban tsunami di Pantai Carita, Labuan, Pandeglang, Banten.

Leo mengeluhkan permintaan uang sebesar Rp3,9 juta. Duit tersebut untuk biaya penanganan jenazah hingga proses transportasi jenazah ke rumah duka di Klender, Jakarta Timur.

Baca Juga  Ifan Seventeen Selamat dari Musibah Tsunami, Istrinya Masih Hilang

Sumber: okezone.com