Tragis! Cemburu Berujung Maut, Suami Bunuh Istri, TKP: Nias Selatan…

Kapolres Nisel, AKBP Faisal Napitupulu memaparkan tersangka dan barang bukti. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDANPolres Nias Selatan (Nisel) melaksanakan rekonstruksi peristiwa pembunuhan sadis dilakukan suami terhadap istrinya yang terjadi di Kabupaten Nisel, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (2/3/2018) lalu.

“Rekonstruksi itu kita gelar untuk mensinkronkan keterangan tersangka dengan fakta sebenarnya di lapangan dan guna melengkapi berkas perkaranya,” ujar Kapolres Nisel, AKBP Faisal F Napitupulu melalui telepon seluler, Senin (4/3/2018).

Terungkapnya kasus pembunuhan itu, terang Faisal, berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Menilati Laia alias Ina Sita pada 30 Januari 2018 sekira pukul 02.30 WIB lalu.

Baca Juga  Sembilan Pakaian Dalam Jadi Bukti Kasus Tukar Pasangan

Atas dasar laporan itu, petugas langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) melakukan penyelidikan.

Berdasarkan temuan di TKP dan keterangan saksi, pelaku mengarah kepada suami korban, bernama Mamierogo Laia alias Ama Sita. Pembunuhan itu dilakukan menggunakan parang panjang (klewang).

“Informasi dari masyarakat dan petunjuk di TKP, pelaku pembunuhan korban adalah suaminya. Tersangka berhasil ditangkap tak jauh dari TKP dalam keadaan masih berlumuran darah,” terang Faisal, menambahkan reka ulang pembunuhan tersebut disaksikan pihak terkait, termasuk saksi dan jaksa.

Cemburu

Faisal menyebut, aksi pembunuhan sadis tersebut ternyata dilatarbelakangi rasa cemburu tersangka. Dia menduga, istrinya telah berselingkuh dan berniat akan kabur bersama pria idaman lain (PIL) tersebut.

Baca Juga  Leher Pimpinan Bank Nyaris Putus Digorok Bawahan

“Kecemburuan itu memuncak ketika korban tidak mau melayani permintaan tersangka untuk berhubungan badan dengannya,” sebut mantan Kasubdit III/Jatanras Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut tersebut.

Tersangka dijerat Pasal 340 subs 338 subs 351 ayat (3) dari KUHPidana tentang perencanaan pembunuhan, dan penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (anto)