Pelaku Pembunuhan di Nias Kecyduk, Satu Tersangka Lagi Masih…

Polisi menunjukkan tersangka dan barang bukti. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDANTim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nias Selatan (Nisel) dan Polsek Lahusa meringkus satu dari dua pelaku pembunuhan Raniaro Boulolo (48) alias Ama Ove, warga Dusun III, Desa Foikhugaga, Kecamatan Umbunasi, Kabupaten Nias, Sumatera Utara (Sumut), yang terjadi Selasa (30/1/2018) lalu.

Pelaku yakni Berkat Jaya Zebua alias Jaya. Dia diringkus dalam sebuah penggrebekan di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nias, Senin (5/2/2018) pagi lalu. Saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap RN alias AC yang ikut melakukan pembunuhan tersebut.

Kapolres Nisel, AKBP Faisal Napitupulu menginterogasi pelaku. IST/CEKTKP

Humas Polres Nisel merilis, pembunuhan terjadi 30 Januari lalu, sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu tersangka Berkat Jaya Zebua alias Jaya dengan membawa sebilah parang menjemput rekannya, RN alias AC di Desa Bawolani.

Keduanya berboncengan menuju Desa Foikugaga, di mana RN alias AC juga membawa sebilah pisau di pinggangnya.

Korban tewas di lokasi kejadian. IST/CEKTKP

Keduanya kemudian singgah di warung untuk minum tuak. Sesampainya di Dusun I, Desa Foikugaga, Berkat Jaya Zebua alias Jaya memarkirkan sepeda motornya di rumah Ina Desi. Kemudian keduanya berjalan kaki menuju rumah Ina Mira.

Sesampainya di situ, Berkat Jaya langsung memegang tangan kiri korban dan menusukkan parangnya ke arah rusuk kanan korban, kemudian disusul tersangka RN alias AC yang menusukkan pisaunya ke dada kiri Korban.

Korban tewas di lokasi kejadian. IST/CEKTKP

Baca Juga  Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Puisi "Ibu Indonesia"

Setelah Korban terjatuh ke tanah, kedua tersangka melarikan diri ke arah Pegunungan Desa Hilinamoluo, Kecamatan Umbunasi. Selanjutnya, pada Rabu, 31 Januari 2018, kedua tersangka berpencar. RN alias AC lari ke Desa Balohili, Kecamatan Umbanasi menuju Kota Gunung Sitoli.

Minggu (4/2/2019) lalu, Berkat Jaya Zebua alias Jaya datang ke rumah Pendeta Daili di Desa Turiarefa, Kota Gunung Sitoli dan menginap di sana. Keesokan harinya, sekitar pukul 10.00 WIB, dia datang menemui pegawai Kejari Nias atas nama Goklas Zebua. Satu jam kemudian, dia ditangkap tim yang dipimpin Ipda Mulyoto.

Polisi melakukan identifikasi di lokasi kejadian. IST/CEKTKP

Berdasarkan interogasi, Berkat Jaya Zebua alias Jaya mengaku menghabisi nyawa korban dengan menusukkan parang. Parang tersebut kemudian dititipkannya kepada Ina Ica dan barang bukti tersebut telah diamankan.

“Saat ini tim masih melakukan pengejaran terhadap RN alias AC. Situasi di wilkum Polres Nisel dalam keadaan aman terkendali, masyarakat mengapresiasi pengungkapan kasus ini,” ujar Kapolres Nisal, AKBP Faisal Florentinus Napitupul melalui pesan Whats App, Rabu (7/2/2018).

Mantan Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut tersebut membeberkan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, terdapat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan korban dengan kedalaman 6 cm, panjang 2 cm dan lebar 1/2 cm.

Korban di lokasi kejadian. IST/CEKTKP

“Ada juga luka tusuk di rusuk sebelah kiri dengan kedalaman tusukan 6 cm, panjang 2 cm dan lebar 1 cm. Luka tusuk di lengan atas sebelah kiri (tembus di luar dengan kedalaman 7,5 cm, lebar 1,5 cm dan panjang 4 cm. Sebelum melakukan pembunuhan, para pelaku terlebih dahulu minum tuak nifaro,” tukas Faisal.

Baca Juga  Sukmawati Dilaporkan ke Polda Metro Terkait Puisi "Ibu Indonesia"

Bertengkar Mulut

Sebelumnya, polisi mendapat informasi telah terjadi pembunuhan di Desa Foikhugaga. Informasi yang diterima menyebutkan, 4 rumah sudah dibakar oleh masyarakat.

Kejadian itu dipicu dari permasalahan bertengkar mulut antara warga Dusun II dan Dusun III, yang terjadi Sabtu (27/1/2018) lalu dan berlanjut Minggu (28/1/2018).

Pada 30 Januari 2018, rencananya akan diadakan perdamaian antara kedua dusun oleh kepala desa. Namun sebelum dilakukan perdamaian dilakukan, pertikaian antara Dusun II dan Dusun III yang menyebabkan jatuhnya korban atas nama Raniaro Boulolo (48), warga Dusun III, Desa Foikhugaga, Kecamatan Umbunasi.

Sesaat kemudian, wakapolres, para kasat dan anggota sekitar 100 personel melakukan perjalanan menuju TKP mengingat Medan yang sulit untuk dilalui kendaraan.

Lalu, Kapolres Nisel membentuk tim untuk melakukan pencarian. Awalnya masyarakat takut memberikan keterangan dan menjadi saksi dikarenakan akan membahayakan diri dan keluarganya nanti.

Setelah dilakukan penggalangan dan diberikan jaminan keamanan beberapa masyarakat mau memberikan keterangan dan membantu mencari tahu keberadaan kedua tersangka, sampai akhirnya satu dari pelaku dapat ditangkap. (anto)