Loading...

Ngerih! Sindikat Pengedar Uang Palsu Beli Sabu Rp15 Juta…

Loading...

Kapolsek Medan Kota Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Reskrim Iptu Budi Simanjuntak merilis para tersangka dan barang bukti. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Unit Reskrim Polsek Medan Kota mengungkap sindikat pencetak sekaligus pengedar uang palsu (upal) dalam penyergapan di lantai 2 Pajak Petisah, Jalan Petisah, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (25/8/2017).

Dua tersangka pengedar upal, yakni Syafruddin Syukri Daulay (49), warga Jalan Sungai Serindan Dusun V, Desa Serindan, Kecamatan Sei Kepayang Barat, Kabupaten Asahan, Anton alias Aan (36), warga Jalan Cempaka Lingkungan III, Kelurahan Tanjung Balai Utara, Kota Tanjung Balai dan seorang pencetak, Meilandi Munthe (37), warga Jalan Delima, Perumnas Mawar V, No.18, Kelurahan Sijambi, Kecamatan Datuk Datuk Bandar, Kota Tanjung Balai, juga turut ditangkap.

“Sindikat pengedar upal ini terungkap dalam sebuah transaksi setelah menindaklanjuti informasi masyarakat,” terang Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah H Tobing didampingi Kanit Reskrim, Iptu Budiman Simanjuntak, Senin (28/8/2017).

Baca Juga  Nyamar Jadi Emak-emak Jadi Cara Ampuh Polisi Ringkus Pelaku Begal yang Terkenal Sadis

Barang bukti uang palsu. ANTO/CEKTKP

Kata Martuasah, awalnya mereka menerima informasi adanya 2 pria menjual upal sebanyak Rp50 juta pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu, seharga Rp6 juta uang asli. Petugas langsung melakukan transaksi di lantai 2 Pajak Petisah.

Setelah itu, petugas melakukan pengembangan terhadap tersangka Meilandi Munthe, dan berhasil ditangkap di kediamannya, Sabtu (26/8/2017).

“Upal senilai Rp 50 juta dijual dengan harga Rp6 juta uang asli,” kata Martuasah.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing menunjukkan barang bukti uang palsu. ANTO/CEKTKP

Sementara, tersangka mengaku telah mengedarkan upal tersebut sebesar Rp15 juta, dalam dua kali pengeluaran. Tapi, upal tersebut digunakan untuk transaksi atau membeli sabu.

“Yang pertama Rp5 juta dan yang kedua Rp10 juta. Tapi uang palsu itu dilarikan, belum sempat ditukar dengan sabu,” aku tersangka.

Dari pengungkapan itu disita barang bukti 1 unit laptop, 1 printer, 1 lembar kertas pencetak uang, kertas HVS putih, upal pecahan Rp100 ribu sebanyak 300 lembar, upal pecahan Rp50 ribu sebanyak 400 lembar, kantongan plastik dan 1 tas sandang.

Baca Juga  Mahasiswa Ini Sebar Video Ehek-ehek ke Orang Tua Pacar, Ini Penyebabnya

Tersangka dijerat Pasal 26 ayat (2), (3) Jo Pasal 27 ayat (2), (3) Subs Pasal 36 ayat (2), (3) dari UU RI No.7 tahun 2011 tentang Mata Uang.

Martuasah mengimbau, masyarakat untuk lebih hati-hati dalam melakukan transaksi keuangan. Jika menemukan keanehan dengan fisik uang, segera laporkan ke pihak berwajib.

“Kalau pengakuan tersangka masih sekali, tapi kita tidak yakin. Kasusnya masih kita dalami. Kita juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap peredaran,” pungkas Martuasah. (anto)