Loading...

Dor! Spesialis Pembobol ATM Ini Dipelor Polisi, Aksi Terakhirnya Mesin ATM BRI Tebingtinggi

Loading...

Tersangka saat menjalani pemeriksaan di rumah sakit. ANTO/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Tunggul Hatigoran Sihombing (43), satu dari delapan orang komplotan perampok mesin ATM antar provinsi diringkus personil Subdit III/Jatanras Polda Sumut.

Pria yang menetap di Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) inipun terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap.

Sedangkan para pelaku lain, Siregar (66) warga Kisaran, Tambunan alias TB (38) dan KAS (40) warga Palembang serta 4 orang lainnya masih dalam pengejaran petugas.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan, Minggu (20/8/2017), mengatakan penangkapan tersangka Hatigoran berdasarkan tindak lanjut dari aksi perampokan mesin ATM Bank BRI Syariah di Jalan Sudirman, Tebingtinggi pada Senin, 16 Juni 2017 lalu.

“Di mana saat itu, para pelaku mengambil mesin ATM dan membawanya kabur dengan nengunakan mobil Toyota Innova. Total kerugian mencapai Rp100 juta,” kata Rina.

Berdasarkan laporan manajemen bank, lanjut Rina, personil Jahtanras Polda Sumut lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengantongi identitas para pelaku. Tepatnya, Kamis (17/8/2017) lalu, sekira pukul 23.30 WIB, petugas mendapat informasi pelaku Tindak Pidana Curas ATM Bank BRI di Tebingtinggi bernama Tunggul H Sihombing, tengah berada di Desa Panombeaian, Pabe, Simalungun.

Baca Juga  Cuma Dikasi Elus-elus Perut Aja, Anton Sayat Leher Istri di Depan Anak

“Menerima informasi tersebut, tim langsung melakukan pengejaran dan berhasil meringkus pelaku Tunggul. Namun, tersangka sempat mencoba melarikan diri saat mengetahui kedatangan petugas. Petugas pun terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur, tersangka ditembak tepat di betis kanan dan kirinya,” ungkapnya.

Disebutkannya, dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor matic Yamaha Mio, 1 jaket warna merah, 1 celana Jean warna biru, baju kaos berkerah warna coklat abu-abu dan 1 sandal kulit yang pakaian digunakan tersangka saat melakukan aksi kejahatannya.

“Sedangkan dari pengakuan tersangka, dalam aksi terakhirnya bersama ketujuh orang rekannya. Ia mendapat jatah bagian sebesar Rp5,5 juta. Dan uang hasil kejahatan itu ia pakai untuk membeli alat tambang di Madina berupa alat mesin Yanmar, mesin Bobok merk Boss, Gelondong, 1 Blower dan Genset Yanmar. Semuanya itu segera akan disita,” sebutnya.

Lanjut mantan Kapolres Binjai ini, dari hasil pemeriksaan penyidik, sebelum beraksi di Tebingtinggi, tersangka dan komplotannya telah melakukan aksi perampokan mesin ATM di berbagai daerah.

Baca Juga  Kisah Driver Ojol Ngintip Cewek Kos Mandi

Masing-masing di Batam, tepatnya di Nagoya Kota, tahun 2013 lalu. Dalam aksi tersebut, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp2 milyliar. Di Medan, yakni di Indako Dealer Honda, Jalan SM Raja tahun 2014. Dalam aksinya, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp80 juta.

Kemudian di ATM Bank Mualat Al Azhar Padang Bulan, Medan, tahun 2014. Dalam aksi itu, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp100 juta. Selanjutnya, di CU Mandiri Medan, Jalan Dame, Medan Amplas, tahun 2014. Dalam aksinya, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesa Rp1,6 milyir.

Dan terakhir di Kalimatan Timur (Kaltim), berhasil membongkar brangkas Showroom Honda tahun 2015. Dalam aksinya, mereka berhasil mendapat uang tunai sebesar Rp80 juta.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkas Rina. (anto)