Loading...

Kasus Perampokan Bersenjata Api, Pelaku Gondol Rp805 Juta, Polda Sumut Lakukan Ini… 

Loading...

Ilustrasi

CEKTKP.ID, MEDAN –Polda Sumut tengah melakukan penyelidikan kasus perampokan bersenjata api (senpi) yang terjadi di Jalan Boulevard Raya, Komplek Cemara Asri, Desa Sampali, Kelurahan Percut, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (20/7/2017) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.Hal itu dikatakan Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/7/2017).

“Korban sudah membuat pengaduan ke Poldasu dan saat ini tim sedang melakukan penyelidikan. Mohon doanya untuk mengungkap kasus ini,” katanya.

Sementara itu, Asan, warga Jalan Tilak, Kelurahan Sei Rengas, Kecamatan Medan Kota yang menjadi korban perampokan, berharap agar pihak kepolisian bisa segera menangkap pelaku.

Baca Juga  Mami Atun Terciduk Jual ABG di Kafe, Korban Dilarang Menstruasi

Dia menjelaskan, peristiwa yang dialaminya itu sudah dilaporkan ke Polda Sumut dengan Surat Terima Lapor Polisi dengan Nomor: STTLP/484/VII/2017/SPKT “II”.

Dia menceritakan, peristiwa yang dialaminya itu bermula ketika dia bersama sopirnya Ahi, hendak membeli mobil Avanza.

Sebelum membayar uang mobil yang bakal dibelinya melalui situs jual beli online, dia dan Ahi berencana singgah di foodcourt perumahan untuk makan.

“Dekat bundaran, mobil mereka disalip mobil Avanza hitam. Setelah itu, turun 4 pria bertubuh tegap. Salah seorang di antaranya langsung menodongkan senjata api dan memaksa menyerahkan seluruh uang yang saya bawa. Pelaku mengambil uang Rp205 juta yang dipersiapkan untuk membeli mobil. Tetapi ada juga uang Rp600 juta dashboard mobil yang juga diambil pelaku,” jelasnya.

Baca Juga  Anto Gagal Rayakan Malam Tahun Baru Gara-gara Ketahuan 'Goyang' Gadis 16 Tahun Sampai Hamil

Selain uang kontan, aku korban, kawanan perampok juga melarikan Toyota Kijang LGX hitam miliknya yang saat kejadian dikemudikan sopirnya Ahi. Mobil akhirnya ditemukan di daerah Tanjung Morawa. Diduga ditinggalkan kawanan perampok. (anto)