Loading...

Ini Alasan Andi Lala Mengapa Sampai Tega Menghabisi Satu Keluarga

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN-Hari ketujuh pasca pembunuhan satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, Kecamatan Medan Deli, menjadi hari nahas bagi Andi Lala (35), warga Jalan Pembangunan II, Desa Skip, Kecamatan Lubukpakam, Deliserdang.

Otak pelaku pembunuhan ini dibekuk tim gabungan dari Subdit III/Jatanras Polda Sumut, Polda Riau dan Polres Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu (15/4) subuh, jam 05.10 WIB di Jalan Lintas Rengat/ Tembilahan, Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempes, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Foto Suasana saat Penangkapan Otak Pelaku Perampokan dan Pembunuhan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting menjelaskan, kronologis penangkapan saat itu Tim Gabungan yang dipimpin Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu melakukan penyelidikan, dimulai Jumat (14/4) malam, jam 21.00 WIB.

Tim yang sudah mengetahui keberadaan predator pembunuh satu keluarga tersebut, kemudian berkoordinasi dengan Polda Riau dan Polres Inhu.

“Kemudian pada jam 01.12 WIB (Sabtu dinihari) diketahui keberadaan tersangka, namun situasi medan dan lingkungan tidak memungkinkan. Dikarenakan ada pesta di dekat rumah tersangka yang bisa membuat situasi menjadi tidak kondusif. Penangkapan ditunda hingga pada jam 04.00 WIB,” ujar Rina.

Baca Juga  Anak Mantan Ketua Parpol di Sumut Pukuli Mahasiswi Sampai Bonyok

Ketika situasi sudah memungkinkan, lanjutnya, tim mendatangi rumah yang dicurigai menjadi persembunyian tersangka dan langsung menangkap tersangka dan melakukan penggeledahan.

“Petugas mendapati tersangka sedang di dalam rumah dan tersangka sempat melakukan perlawanan dan penyerangan terhadap petugas. Situasi penangkapan berjalan dengan keadaan aman terkendali,” kata Rina.

Tersangka, sebutnya, saat ini sedang diperiksa untuk mendapatkan barang bukti hasil kejahatan dan setelah itu akan di bawa ke Mapolda Sumut.

Andi Lala, diketahui merupakan otak sekaligus pelaku pembunuhan dan perampokan yang menewaskan satu keluarga yang terdiri dari Riyanto (40 tahun), Sri Ariyani (38), istri Riyanto, dua anak mereka, Syifa Fadillah Hinaya atau Naya (13) dan Gilang Laksono (8), serta ibu mertua Riyanto, Sumarni (60). Hanya Kinara (4), anak bungsu Riyanto-Sri, yang selamat pada peristiwa tersebut.

Sebelumnya telah dilakukan penangkapan terhadap komplotan Andi Lala, yakni Roni dan Andi Syahputra yang turut melakukan pembunuhan terhadap para korban. Karena melakukan perlawanan saat ditangkap, masing masing tersangka dilumpuhkan dengan timah panas.

Baca Juga  Wak Min dan Wak Tanjung Ajak Anaknya Mencuri Truk CPO, Begini Jadinya

Motif pembunuhan Riyanto dan keluarganya oleh Andi Lala, Roni dan Andi Syahputra masih didalami. Namun disebut-sebut, latar belakang peristiwa pembunuhan tersebut disebabkan masalah hasil penjualan harta warisan tanah Rp500 juta yang disimpan korban. Hal inilah menjadi dugaan kuat kenapa Andi Lala tega membunuh mertua, dua anak dan istri Riyanto yang masih kerabatnya sendiri.

Dia mengatakan, para pelaku akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup dan paling berat hukuman mati.

“Pasal yang dilanggar oleh para pelaku terkait tindak pidana pembunuhan berencana sesuai pasal 340/338/365 KUHP,” tuturnya. (CEKTKP.ID/ANTO)