Loading...

7 Tahanan Bareksrim Kabur Chang Fang Diduga Jadi Pemodal

Loading...
Foto tahanan kabur

CEKTKP.ID – Jakarta – Polisi berhasil menangkap enam dari tujuh tahanan yang kabur dari sel tahanan Ditnarkoba Mabes Polri. Diduga tahanan kasus sabu bernama Cai Chang Fang berperan sebagai pemodal untuk menyewa angkot hingga ongkos ke Sukabumi selama pelarian.

“Ternyata tahanan bernama Cai Chang Fang punya uang Rp 800 ribu. Uang inilah yang digunakan untuk mereka melarikan diri,” kata Direktur IV Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto di kantor Dir IV Bareskrim Polri, Cawang, Jakarta Timur, Senin (30/1/2017).

Eko mengatakan, setelah kabur dari sel tahanan, mereka menuju perempatan Kalibata. Dari situ mereka menuju Cibinong, ke Sentul, lalu ke Sukabumi menggunakan angkutan umum.

Baca Juga  Buron 9 Bulan, Terpidana Kasus Penipuan CPNS Pemkab Tapteng Diciduk

“Uang tersebut digunakan untuk menyewa angkot menuju Cibinong, kemudian naik angkot menuju Sentul. Dari Sentul mereka menyewa travel untuk ke Sukabumi,” jelas Eko.

Eko mengatakan uang Rp 800 ribu itu didapat dari keluarga Chang Fang yang membesuk. Ke depannya, ia menegaskan, tidak lagi diperbolehkan keluarga yang membesuk membawa uang ke ruang tahanan.

“Ke depan, tidak boleh jika ada yang besuk membawa uang di tempat pertemuan tersangka. Nanti kita akan periksa semua, uang, masuk tidak boleh membawa handphone dan lain-lain,” tuturnya.

Sebelumnya, tujuh tahanan tersebut kabur dengan menjebol tembok tahanan Direktorat Tipid Narkoba Bareskrim pada hari Selasa (24/1). Kemudian pada Rabu (25/1), Ridwan Ramadhan berhasil ditangkap Polisi di Sukabumi. Kemudian Azizul menyerahkan diri pada Jumat (26/1).

Baca Juga  Heboh Video Ehek-ehek Gadis Blitar di Gogo Live dan Masuk Situs Dewasa Amerika

Cai Chang Fang ditangkap di Sukabumi pada Sabtu (28/1), Sukma Jaya dan Ricky Felani ditangkap di Bogor pada Sabtu (28/1). Selain mereka, satu tahanan atas nama Amirudin ditembak polisi di Sukabumi pada Sabtu (28/1). Saat ini tersisa satu pelaku lagi, yaitu Antony alias Ridwan alias Medan, yang masih dalam perburuan. (CEKTKP-dtk)