Loading...

Kejam! Ibu Kandung Tega Tikam Anak 2,5 Tahun Hingga Tewas

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Juliana Ningsih Hasibuan alias Pretty (32), si pelaku pembunuh anak kandungnya sendiri Muhammad Altahir yang berusia 2,5 tahun kini diobeservasi ke Rumah Sakit Jiwa Tuntungan, Senin (16/1).

Hal itu dikatakan oleh Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna ketika dikonfirmasi wartawan. Wira mengatakan memastikan apakah pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidak saat ini yang bersangkutan sudah diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa untuk diobeservasi.

foto pelaku

“Memastikannya pelaku (PH) sudah kita serahkan ke Rumah Sakit Jiwa. Disana pelaku akan diobeservasi apakah dia mengalami gangguan jiwa atau tidak. Jika memang hasil observasi pelaku ini gila maka proses penyidikan akan dihentikan. Kalau tidak proses hukum dilanjutkan,” kata Wira.

Saat disinggung apakah pelaku ini pernah melakukan penganiayaan terhadap korban sebelumnya, Wira menyebutkan masih memeriksa sejumlah saksi-saksi.

Baca Juga  Anak Mantan Ketua Parpol di Sumut Pukuli Mahasiswi Sampai Bonyok

“Masih kita mintai keterangan sejumlah saksi apakah pelaku ini pernah menganiaya korban sebelumnya atau tidak,” ‎beber Wira.

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Delitua Iptu M Rian menambahkan dari pengakuan keluarga pelaku, sejak Agustus 2016 lalu muncul sikap atau perilaku aneh sejak ditinggalkan oleh pasangan hidupnya. Kemudian ketika berada seorang diri pelaku sering mencabuti rambutnya sendiri.

“Nah jadi dari keterangan dari para keluarga, perilaku aneh pelaku ini muncul sekitar Agustus 2016 lalu. Saat berada seorang diri, pelaku bertingkah aneh, sering mencabuti rambutnya. Perilaku aneh itu muncul ketika pelaku ditinggalkan oleh pasangan hidupnya,” ujar M Rian. Sambung Rian lagi, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil observasi dari Rumah Sakit Jiwa.

Baca Juga  Duit Pemprov Sumut Hilang Rp 1,6 Miliar, Pelakunya Perampok Antar Provinsi

“Jika memungkinkan hari ini kita tunggu hasil observasi dari rumah sakit jiwa. Seperti yang dikatakan Kapolsek, jika pelaku dinyatakan gila maka proses hukumnya tidak dilanjutkan. Pengembangan hari ini kita masih terus mendalami keterangan saksi-saksi,” beber Rian.

Seperti diketahui sebelumnya, Pretty Hasibuan menghabisi nyawa anak tunggalnya, Muhammad Altahir di kediaman abangnya Sutan Hasibuan, 39, di Jalan Besar Delitua, Lorong Dahlia, Lingkungan V, Kecamatan Delitua pada Minggu (15/1) siang.(CEKTKP/Anto)