Loading...

Ngeri! Geng Lesbi Masih Memburu Ridwan Bahkan Teman Kerjanya Kini…

Loading...

CEKTKP.ID,MEDAN- Komplotan Lesbi yang menculik, menganiaya dan merampok Ridwan (21) Seperti kebal hukum, pasalnya sampai saat ini geng lesbi tersebut masih mencari dimana keberadaan Ridwan Korban penculikan yang berhasil meloloskan diri dari penculikan geng lesbi.

Meski Muhammad Ridwan (21) sudah lepas dari ‘cengkeraman’ geng lesbi, ternyata tetap ia tidak bisa hidup tenang.Hal ini karena para pelaku masih berkeliaran bebas. Dia terus dicari-cari komplotan geng lesbi itu untuk dihabisi.
Teror dari komplotan yang sempat menculik, menyekap dan menganiaya Ridwan tersebut pun telah menyasar rekan-rekan kerja Ridwan di tempat kerjanya di restoran siap saji Texas Fried Chicken, Lantai I, Carrefour, Jalan Gatot Subroto, Medan.

“Tadi ditelepon sama kepala toko (Texas Fried Chicken), Romi Harianto. Harusnya hari ini (kemarin) disuruh datang ke kantor, tapi dibilang jangan aku yang datang, tapi mamak. Aku kaget, kenapa mamak, kok bukan aku. Ya kutanyalah kenapa, rupanya kawan-kawan di tempat kerjaan sering didatangi orang-orang (geng lesbi) nyariin aku. Orang itu nanya, di mana Ridwan, di mana anak Garu itu? Karena memikirkan keselamatan kawan-kawan juga, makanya kepala toko bilang masih mau membicarakan itu sama pimpinan. Katanya mau dipindahkan ke cabang lain, yang dekat rumah,” kata M Ridwan yang dikonfirmasi via seluler, Kamis (29/12) petang.

Baca Juga  Dua Caleg Perindo Ribut Hingga Terjadi Penganiayaan Karena Berebut Suara

Hal tersebut juga dibenarkan Rakino (50), ayah Ridwan. “Anak (Ridwan) ku ngadu ke aku, kalau kawan-kawannya di tempat kerja terus-terusan diteror orang-orang yang nyiksa dia itu. Jadi tak tenang anakku itu, aku juga jadi tak tenang. Saya mohonlah supaya polisi bisa segera menangkap para pelakunya,” pinta Rakino.

Adanya teror dari komplotan geng lesbi itu juga dibenarkan Romi Harianto, pimpinan M Ridwan di Texas Fried Chicken, Lantai I, Carrefour.

“Ada yang datang terus, nyariin Ridwan. Memang bukan sama saya, sama kawan lainnya. Kawan itu bilang ke saya, ada yang nyariin Ridwan. Mana Ridwan? Mana anak Garu itu? Itu dibilang orang yang nyariin Ridwan itu. Makanya, saya anjurkan supaya Ridwan jangan ke sini dulu. Masih mau saya konsultasikan ke pimpinan, supaya bisa ditempatkan di cabang lain yang mungkin lebih aman. Kita kan juga menjaga keselamatan karyawan lain di sini,” akunya.

Diberitakan sebelumnya, belum berhasilnya Polda Sumut (Poldasu) menangkap pelaku penculikan, penganiayaan dan perampokan terhadap Muhammad Ridwan, diduga dikarenakan polisi takut.

Baca Juga  Pilot Lion Air yang Menganiaya Pegawai Hotel Sudah Masuk Penjara

Sebab, orangtua salah seorang pelaku ternyata merupakan pensiunan ambon demak alias TNI. Hal ini seperti yang disampaikan orangtua korban, Rakino (50) sebelumnya. “Kemungkinan karena itu bang, karena bapaknya salah satu pelaku ada yang pensiunan TNI. Jadi, polisi tidak berani menangkapnya. Isu itu diberitahu warga sama kami, karena kami yang menyelidikinya langsung,” katanya.

Menurut Rakino, semula dirinya tidak percaya dengan kabar yang beredar tersebut. Namun, tidak adanya tindakan dari polisi, membuat ia percaya dan yakin dengan informasi tersebut.

“Awalnya memang tidak yakin. Tapi kalau begini, ya menjadi semakin yakinlah saya. Apalagi pas kami melakukan penyelidikan itu banyak orang yang bilang seperti itu ‘polisi takut’, karena orangtua pelaku pensiunan TNI. Dan faktanya, pelakunya tidak ditangkap-tangkap sampai sekarang. Padahal mereka tahu kalau pelakunya berada di Medan,” ucapnya.(Anto/cektkp)