Loading...

Curahan Hati! Kenapa Penculik Dan Perampok Anaknya Belum Ditangkap?

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Dua minggu sudah berlalu, pristiwa naas yang menimpa Ridwan, pria yang sehari-hari bekerja di salah satu mall yang ada di kota Medan adalah korban penculikan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Geng Lesbi, namun sampai saat ini juga belum ada kelanjutan proses hukum terhadap pelaku penculikan dan penganiayaan, padahal menurut orang tua korban nama dan pelaku sudah diketahu,” tapi kenapa belum di tangkap” ujar Rakino (50).

Belum berhasilnya Polda Sumut (Poldasu) menangkap pelaku penculikan, penganiayaan dan perampokan terhadap karyawan Carrefour, Jalan Gatot Subroto, Medan, Muhammad Ridwan, dikarenakan polisi takut. Sebab, orangtua salah seorang pelaku ternyata merupakan pensiunan ambon demak alias TNI. Hal ini seperti yang disampaikan orangtua korban, Rakino (50), ketika kembali dihubungi via seluler, Rabu (28/12).

“Kemungkinan karena itu bang, karena bapaknya salah satu pelaku ada yang pensiunan TNI. Jadi, polisi tidak berani menangkapnya. Isu itu diberitahu warga sama kami, karena kami yang menyelidikinya langsung,” katanya. Menurut Rakino, semula dirinya tidak percaya dengan kabar yang beredar tersebut. Namun, tidak adanya tindakan dari polisi, membuat ia percaya dan yakin dengan informasi tersebut.

Baca Juga  Polisi Palsu Menyerah Ditangan Polisi Asli

“Awalnya memang tidak yakin. Tapi kalau begini, ya menjadi semakin yakinlah saya. Apalagi pas kami melakukan penyelidikan itu banyak orang yang bilang seperti itu ‘polisi takut’, karena orangtua pelaku pensiunan TNI. Dan faktanya, pelakunya tidak ditangkap-tangkap sampai sekarang. Padahal mereka tahu kalau pelakunya berada di Medan,”ucapnya.
Maka dari itu, ditambahkanya, dia dan keluarganya kembali bermohon kepada Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel untuk memerintahkan anggotanya supaya cepat menangkap para pelaku.

“Pastilah, nanti jadi banyak korbanya. Karena mereka menjadi hebat dan sok kuat. Maunya, polisi segera menangkap pelaku sebelum jatuh korban lainya,” harapnya.
Sebelumnya, pegawai carrefour Muhamad Ridwan (21) diculik komplotan lesbian di Jalan Gatot Subroto persis di depan gerbang Carrefour, Jumat 9/12) malam lalu. Dimana, dalam insiden tersebut korban disekap dan disiksa hingga nyaris kehilangan kedua bola matanya karena dicucuk mengunakan senjata tajam (sajam). Kasus itupun sudah setengah bulan sampai di tangan polisi. Namun, Polda Sumut (Poldasu) belum mampu untuk mengungkap kasus perampokan tersebut.(Anto/cektkp)