Loading...

Poldasu Segera Periksa Kepala Kantor KSOP Sibolga

Loading...
Ilustrasi.

CEKTKP.ID, MEDAN- Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga terkait dugaan pungutan liar (pungli) pengurusan izin berlayar, Jum’at (23/12) lalu, tim Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut pun terus melakukan pengembangan.

Rencananya, polisi akan segera memeriksa Kepala kantor KSOP Sibolga. “Kasusnya masih terus didalami. Sejauh ini memang keterangan yang disampaikan kedua tersangka oknum pegawai KSOP Sibolga masih berbelit-belit dan belum mengarah adanya keterlibatan oknum lain. Tapi untuk selanjutnya masih terus akan kita kembangkang melalui pemeriksaan terhadap pihak-pihak berwenang di dalamnya termasuk Kepala Kantor KSOP nya,” sebut Nurfallah yang dikonfirmasi wartawan, Senin (26/12).

Disinggung kapan waktu tepatnya Kepala Kantor KSOP Sibolga diperiksa, Nurfallah masih merahasiakannya. “Soal penjadwalan pemeriksaan pihak-pihak lain di Pelabuhan Sibolga, sejauh ini belum ditentukan. Tapi segera akan dilakukan dalam proses pengembangan. Karena suasana perayaan Natal dan tahun baru ini, kita juga harus fokus ke upaya pengamanan. Mungkin pekan depan setelah perayaan momen akhir tahun ini,” pungkasnya.

Baca Juga  TKP Muara Enim, Pemuda 26 Tahun Garap Cewek 24 Tahun di Semak-semak

Diketahui sebelumnya, penangkapan dua oknum PNS Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sibolga, yakni Toham Siregar pejabat Syahbandar KSOP Sibolga dan Muhamad Taufik, Staf Adm Syahbandar diciduk Tim Saber Pungli Poldasu setelah mendapat laporan dari pihak pemohon izin berlayar Kapal KM Wira Victory dari PT Wira Jaya Line (WRJ).
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina sari Ginting, menyampaikan dalam praktiknya kedua tersangka membanderol tarif pengurusan Izin Berlayar kapal dengan nominal Rp200 ribu-Rp2 juta di Pelabuhan Sibolga yang semestinya tidak ada pemungutan biaya.

“Jadi meskipun tidak ada pungutan biaya dalam pengurusan Izin Berlayar tersebut, kedua tersangka yang memiliki jalur wewenang dalam penerbitan izin itu mematok bayaran Rp200 ribu sampai Rp2 juta kepada setiap pengurus surat izin berlayar kapal,” sebut Rina.

Dijelaskannya, dari informasi tersebut, tim langsung terjun ke Sibolga untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, Jumat (23/12) kemarin, kedua tersangka berhasil tertangkap tangan saat pengurus kapal KM Wora Victory yang diwakili oleh saudara Tulus Simanungkalit memberikan uang pelicin pengurusan surat izin berlayar sebesar Rp200 ribu kepada Toham Siregar dan stafnya, Muhamad Taufik.

Baca Juga  Ancam Penggal Kepala Jokowi, Pria Ini Terancam Hukuman Mati

“Penggeledahan yang dilakukan tim Saber Pungli dalam OTT itu juga menemukan sejumlah uang dari tersangka Muhammad Taufik sebesar Rp2,1 juta dan dari tersangka Toham Siregar ditemukan uang sebesar Rp1 juta. Hasil interogasi, kedunya mengaku uang tersebut adalah uang hasil kutipan pengurusan Izin yang terkumpul pada hari disaat OTT dilakukan. Selain itu, tim juga turut mengamankan beberapa dokumen-dokumen yang berkaitan dengan data izin berlayar kapal-kapal yang telah berangkat,” pungkas Rina.(Anto/cektkp)