Loading...

2 Pengedar Uang Palsu Dibekuk Polsek Patumbak

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Unit Reskrim Polsek Patumbak berhasil meringkus dua pria terduga sebagai pengedar uang palsu yang ada di wilayah sekitar medan, dari hasil pengembangan diketahui bahwa dua pria terduga pengedar uang palsu diketahui berprofesi sebagai buruh bangunan dan tukang pangkas.

Kedua tersangka yang behasil di tangkap adalah M Beni Samosir (36) warga Jalan Selamat, Gang Samosir, Kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas dan Syahrir (49) warga Jalan Pelita, Gang Swadaya, Patumbak, Deliserdang.

Modus ini memang kerap dilakukan oleh para terduga pengedar uang palsu untuk mendapatkan uang yang asli ialah dengan modus membeli barang di sebuah warung dengan harapan agar bisa mendapatkan uang asli dari hasil kembalian uang pecahan Rp.100.000. Peristiwan tersebut terjadi pada Jum’at (23/12) malam lalu, pukul 21.30 wib.
saat tersangka sedang membeli sebungkus rokok di sebuah warung di Jalan Pertahanan Dusun IV, Desa Patumbak Kampung, Patumbak, Ketika transaksi dengan pecahan uang Rp100 ribu, Latifah Hanum (32), si pemilik warung curiga terhadap uang yang diserahkan buruh bangunan ini. Bahkan, Latifah sempat menuding kepada Beni kalau uang itu palsu. Namun itu dibantah oleh Beni. “Kecurigaan pemilik warung itu yang kemudian menghubungi Polsek Patumbak melalui telepon.

Baca Juga  Bachtiar Nasir Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang, Besok Diperiksa Polisi

Sesaat setelah menerima laporan bahwa ada terduga penyebaran uang palsu, unit Reskrim Polsek Patumbak yang sedang berpatroli tidak jauh dari lokasi langsung menuju tempat kejadian, karena tersangka merasa curiga dengan pemilik warung akhirnya tersangka M Beni Samosir (36) sempat melarikan diri dengan sepeda motornya, namun akhirnya polisi berhasil meringkus tersangka.

Dari tangan Beni, kata Fery, petugas Unit Reskrim Polsek Patumbak menyita uang palsu empat lembar pecahan uang Rp100 ribu dan empat lembar pecahan Rp50 ribu. Tak berhenti di Beni, petugas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas menciduk Syahrir di kediamannya. Dari rumah tukang pangkas ini, petugas mendapat uang diduga palsu dengan pecahan Rp50 ribu sebanyak empat lembar. “Mereka saat ini kita tahan dan masih dalam pemeriksaan,” tandasnya.(Anto/cektkp)