Loading...

Poldasu: Saat Ini Sedang Kumpulkan Dua Alat Bukti

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- AKBP MP Nainggolan Kasubbid Penmas Polda Sumut, Rabu (14/12) ada beberapa tahapan proses penyelidikan yang dilakukan sebelum meningkatkannya ke tahap penyidikan yakni jika penyidik sudah memiliki dua alat bukti dan keterangan saksi atas tuduhan sebagaimana yang dilaporkan oleh pelapor terkait dugaan pencemaran nama baik kepada mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, RE Nainggolan ke Polda Sumut dengan Nomor: STTL/1623/XII/2016/SPKT-Poldasu tanggal 13 Desember 2016.

“Tetapi yakinlah, laporan itu pasti akan ditindak lanjuti. Tinggal menunggu waktu saja dan perlu waktu bersabar. Sehingga penyidik bisa bekerja dengan masksimal,” terangnya.

Sebelumnya, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, RE Nainggolan melalui kuasa hukumnya Ojak Nainggolan, Hengki Silaen, Patar Sihotang dan sahabat RE Nainggolan melaporkan pemilik akun bernama Benardo Sinambela, ke Polda Sumut, atas pencemaran nama baik melalui akun facebooknya, Selasa (13/12).

“Kita melaporkan Benardo Sinambela atas postingan status di facebooknya. Tulisan itu menyudutkan klien kami bapak RE Nainggolan. Menurut kami, tulisan itu fitnah yang menggiring opini masyarakat yang dapat menimbulkan kebencian, permusuhan antar suku dan agama,” kata Ojak.

Baca Juga  Dipaksa Layani Nafsu Empat Teman Suami, Istri Ampun-ampun

Menurut Ojak, ada beberapa hal yang diduga dilakukan oleh Benardo Sinambela pada akun Facebooknya. Di antaranya, menyebutkan RE Nainggolan menjual isu pelestarian lingkungan danau toba tetapi menerima dana CSR dari PT PTL. Kemudian, RE Nainggolan juga disebut anti adat dan anti agama.

“Nah, dalam postingan itu terduga pelaku juga menyebut klien saya membenci simbol-simbol adat sesuai dengan agama yang dianutnya. Tetapi, pada acara keagamaan tertentu klien kami juga disebut justru menerima ulos,” ucapnya.
Lalu, sambung dia, postingan yang menjadi permasalahan lainnya adalah penyebutan RE Naionggolan pernah ditodong bandit local dengan pistol yang berkaitan dengan lobi-lobi proyek. Dengan todongan itu, RE Nainggolan ciut dalam lobi-lobi, sehingga proyek yang dijalankan itu tidak sesuai dengan rencana. “Yang kita permasalahkan itu adalah postingan ini,”terangnya.

Karena itu, masih kata dia, pihaknya melaporkan pelaku ke Polda Sumut berdasarkan pasal 27 dan 28 tentang Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Sebab, bila tidak diproses, masyarakat akan melakukan sesuka hati untuk berpendapat dimedia sosial dengan tuduhan-tuduhan yang tidak benar.

Baca Juga  Satu Orang Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Jadi Tersangka

Kemudian ini sangat merugikan harga diri dan kepentingan dari RE Nainggolan bahkan merusak kehormatan klien kami,” jelasnya sembari menyebut, RE Nainggolan tidak pernah mengganti nama Jalan Sisingamangaraja Kampung Sihite Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menjadi nama Jalan Julius Nainggolan.

Karena, yang mengeluarkan SK untuk penamaan jalan itu adalah Bupati. Yang pasti, dengan adanya postingan yang dilakukan Benardo Sinambela mulai tanggal 8 Desember 2016. Dengan adanya postingan itu pihak keluarga Julius Nainggolan langsung menunda penamaan jalan itu. “Pihak keluarga langsung membatalkan.

Sampai sekarang dia (Benardo Sinambela) menyudutkan RE Nainggolan melalui postingan facebook,” katanya sambil menunjukan surat tanda penerimaan laporan (STPL) dengan nomor STTL/1623/XII/2016/SPKT-Poldasu tanggal 13 Desember 2016.(Anto/cektkp)