Loading...

Karena Cemburu, Wanita Lesbi Culik Pria Diduga Pacar Lesbiannya

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Nasib Sial Menimpa Seorang Pemuda yang baik hati, dikarenakan ingin membantu seorang penjual lontong bernama Ani. M Ridwan pemuda berusia 22 tahun, warga Jalan Medan-Batangkuis, Gang Getuk, Desa Seirotan, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang ini menjadi korban penculikan.

Nasib sial bermula saat Ridwan yang bekerja di Carefour, Jalan Gatot Subroto, Medan ini dimintai tolong oleh penjual lontong bernama Ani, Saat itu Ani curhat kepada Ridwan bahwa anak perempuanya yang bernama Reni Siregar di curigai menjalin hubungan sesama sejenis alias lesbian. Mendengar permintaan dari ibu Ani, tanpa berpikir panjang Ridwan pun langsung mengiyakan dan bersedia akan membantu.

Karena diduga pacar anak penjual lontong, Diana tak senang hingga berujung melakukan penculikan terhadap Ridwan. Tepat pada Ju’mat (9/12) lalu, sekira jam 23.00 wib, Ridwan dihadang mobil Toyota Avanza di depan pintu keluar Carefour. Salah seorang terduga anggota Diana turun dan langsung merampas Honda CBR 150 R BK 3216 AGP warna hitam milik korban.

Tak hanya itu, dompet korban berisikan uang Rp1,3 juta, ATM dan surat-surat penting lainnya turut digasak. Selanjutnya, korban diseret ke dalam mobil dan dibawa ke daerah perkebunan sawit-sawit yang tidak diketahui oleh korban.

Baca Juga  Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid Resmi Jadi Tersangka

Di dalam mobil, korban disiksa ke sekujur tubuhnya dengan cara ditusuk menggunakan senjata tajam (sajam) hingga kedua matanya nyaris buta. Atas kejadian itu, orangtua korban, Rakino (65), melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumut, Selasa (12/12).

Laporan korban berdasarkan Nomor : STTLP/1624/XII/2016/SPKT I. “Menurut cerita anak saya, dia dibawa ke daerah Selesei, Langkat pada Sabtu (10/12). Di rumah yang menjadi tempat penyekapan itu, pelaku kembali menyiksa anak saya hingga tak sadarkan diri,” kata Rakino.

Lebih lanjut, Rakino bilang, kalau anaknya disira air ke sekujur tubuhnya hingga tak sadarkan diri jam 22.00 wib. Karena tidak kuat menahan siksaan, korban perlahan mencoba membuka ikatan di kaki dan tangannya melalui mulut.

Sayangnya, aksi percobaan kabur oleh korban terendus pelaku. Alhasil, ikatan korban ditambah agar tak dapat mencoba kabur, Begitupun, dewi fortuna masih berpihak kepada korban. Tepat jam 03.00 wib, korban coba melepaskan ikatan di kakinya dan berhasil Lalu korban kabur dengan memanjat tembok dan lari ke perkampungan di daerah tersebut. Oleh warga di sana, korban disembunyikan.

Baca Juga  Ninja Sawit Beraksi Ketahuan Security, Kini Gol di Polsek Selesai

“Pada Minggu (11/12), korban diantar orang kampung sampai ke rumah di Garu I Medan,” sambung Rakino. Ibu kandung korban, Huriana Nur (55) melihat kondisi anak setengah sadar ini langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawan medis.

“Saya mohon kepada Bapak Kapolda Sumut untuk menangkap seluruh pelaku yang melakukan penculikan terhadap anak saya,” harap Rakino, Sementara Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu menyebut, pihaknya sudah menerima laporan tersebut.(Anto/cektkp)