Loading...

Orang Tua Pelaku Adu Mulut dengan Pelapor di Polsek

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN – Polsek Patumbak, Selasa (6/12), sekira pukul 13.00 wib, mendadak gaduh. Kegaduhan itu terjadi karena adanya ‘perang Bharatayudha’ antara orangtua AIL dengan br Barus, warga Jalan Bandrek, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak.

Orangtua AIL tak terima anaknya digiring ke polisi karena dituduh mencuri hape Samsung J5 dan celengan milik br Barus.

“Mana buktinya, jangan asal kau tuduh anakku,” ungkap orangtua AIL kepada br Barus di ruang SPK Polsek Patumbak.
Br Barus yang mendengar itu, tetap bersikukuh kalai AIL adalah pencuri hape dan celengan miliknya.

Diapun menceritakan kronologis peristiwa yang dialaminya itu kepada petugas SPK Polsek Patumbak, Br Barus mengatakan, awalnya AF, salah seorang pelaku kedapatan mencuri 1 hape Samsung J5 dan 2 buah celengan di rumahnya di Jalan Bandrek, Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Selasa (6/11) dinihari, sekira jam 04.00 wib.

Dia dan keluarganya kemudian menginterogasi AF, dan saat itu AF mengaku dia tak sendirian menyatroni rumah br Barus, melainkan dibantu beberapa temannya yang lain.

Baca Juga  Nekat Sebar Postingan Berbau SARA Agar Masyarakat Gak Milih Prabowo

“Kami pas kehilangan itu, udah curiga sama si AF. Soalnya pas malam itu, dia sama kawannya yang duduk-duduk dekat rumahku. Apalagi memang anak itu udah sering kedapatan maling di tempat kami. Pas kami datangi rumahnya, rupanya betol,” jelas br barus.

Selanjutnya, keluarga br Barus pun membawa AF ke Polmas setempat. Kepada petugas Polmas, AF menyebut, saat menyatroni rumah br Barus, dia dibantu AIL dan RKI.

Saat beraksi, mereka membagi tugas. AF dan RKI menjadi eksekutor, sedangkan AIL memantau dari luar rumah korban.
Dari keterangan itu, keluarga br Barus bersama petugas Polmas langsung menjemput AIL ke sekolahnya di salah satu SMP Negeri di Patumbak. Sementara RKI belum bisa didatangkan, karena masih ujian.

Selanjutnya, br Barus dan keluarganya didampingi Polmas menggiring AIL dan AF ke Polsek Patumbak untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka.

Baca Juga  Bachtiar Nasir Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang, Besok Diperiksa Polisi

Mendengar anaknya digiring ke kantor polisi, orangtua AIL tak terima. Di Mapolsek Patumbaklah orangtua AIL bertemu dengan br Barus. Di situlah orangtua AIL mencak-mencak. Begitu juga br Barus dan keluarganya.

Melihat situasi yang mulai panas, petugas SPK Polsek Patumbak langsung melerai kedua belah pihak.
“Sudah, sudah. Jangan berantam di sini. Bapak dan ibu (orangtua AIL) tunggu dulu di kantin depan itu, biar pihak korban ini menyelesaikan laporannya dulu,” kata salah seorang petugas SPK.

Sampai saat ini, kasus tersebut masih ditangani Unit reskrim Polsek patumbak. (Anto/Cektkp)