Loading...

Bekasi Heboh, Video Kekerasan Beredar Luas via Medsos

Loading...
Ilustrasi

CEKTKP.ID, Bekasi – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta kepolisian segera mengusut pelaku penganiayaan anak yang terekam video dan disebarluaskan melalui jejaring media sosial Twitter, Facebook serta Youtube. Video kekerasan terhadap anak berdurasi 18 detik ini, menghebohkan para netizen di Kota Bekasi selama beberapa hari terakhir.

“Kami menyesalkan penyebaran viral ini. Tindakan dalam video itu sudah di luar selayaknya orangtua mengasuh anaknya,” ujar Komisioner KPAI Kota Bekasi, Sugeng Wijaya, Rabu (28/9).

Untuk itu, kata Sugeng, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk melacak pelaku penganiayaan di dalam video tersebut.

“Ini menjadi perhatian pihak Polrestro Bekasi Kota bekerja sama dengan Polda Metro Jaya agar ada aspek jera bagi yang menyebarkan viral ini,” ujarnya.

Dan KPAI juga berharap kepolisian secepatnya melakukan penyelidikan terkait isi video tersebut.

Baca Juga  Datang ke Masjid untuk Salat, Bukan Nyolong Duit Kotak Amal

“Konten itu segera diselidiki karena ditonton banyak orang dan sangat tidak manusiawi. Serta sikap tegas dari Kemenkominfo agar memblokir konten-konten yang berisi kekerasan terhadap anak,” ucapnya.

Video berdurasi 18 detik itu memperlihatkan adegan kekerasan yang dilakukan seorang ibu kepada anak kecil, yang diduga sebagai anaknya.

Si ibu membekap wajah anak dengan menggunakan bantal dan kemudian menginjak bantal tersebut. Si anak yang mulutnya terbekap bantal berusaha teriak sambil menangis setelah diinjak orangtuanya.

Awalnya, diinformasikan kejadian dalam video tersebut berlokasi di Jogyakarta namun belakangan ada kabar yang menyatakan kejadiannya berada di wilayah Bekasi. Lokasinya di Kabupaten atau Kota Bekasi, tidak disebutkan.

Terpisah, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Umar S Fana mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Subdit Cyber Crime Polda Metro Jaya untuk melacak pengunggah pertama kali ke jejaring media sosial. Kepolisian juga telah melacak provider yang tercantum di akun Facebook tersebut.

Baca Juga  Istri Ngadu ke Polisi Gara-gara Suaminya Nikahi Adik Kandung

“Provider belum bisa dipakai. Kami minta kepada orang yang pertama kali meng-upload video, untuk segera menghubungi kami agar bisa mengetahui dimana lokasi kejadian tersebut,” ujar Kapolres.

Dia pun belum mengetahui secara pasti apakah lokasi dalam video tersebut memang berada di wilayah hukum Kota Bekasi atau Kabupaten Bekasi atau bahkan di tempat lain. (rol/sp/cektkp)