Loading...

Beli Rokok, Dua Pria Tatoan Tiba-tiba Nyaris Mati, Kok Bisa Ya?

Loading...

CEKTKP.ID, Medan – Yogi Pranoto (20), warga Pasar 3, Gang Cakra 5, Mariendal dan sepupunya Rahmad Syahputra (19), warga Jalan Pertahanan, Gang Amal, Patumbak, ketiban sial. Niat mereka mau membeli rokok malah berujung malapeta.

Kedua pria bertato itu malah dituduh maling lalu dimasa hingga nyaris tewas. Akibatnya, kedua pria itu harus berurusan dengan polisi.

Kejadian naas itu berlangsung di Gang Pelita, Mariendal, Senin (8/7) kemarin, sekira jam 22.30 WIB.

Ceritanya, malam itu, Yogi dan Rahmad yang sebelumnya dari rumah Yogi di Gang Cakra sepakat mau beli rokok.

Karena di daerah tempat tinggal Yogi tidak ada warung yang buka, kedua pria yang masih sepupuan itu memilih mencari kedai rokok dengan berjalan kaki 200 meter.

Keduanya mencari jalan pintas dengan memilih berbelok ke Gang Pelita, berharap di sana kedai ada yang buka.

Baca Juga  Aksi Pencuri Lampu Hebohkan Warganet Kota Medan

Saat itulah awal malapetaka menghampiri kedua pria itu, karena kampung itu baru saja ada terkena musibah, gara-gara rumah warga baru kemasukan maling, langkah keduanya pun dihentikan sekelompok pemuda setempat (PS).

Tak banyak tanya, karena Yogi dan Rahmad bertato warga di sana pun langsung menuding Yogi dan Rahmad berniat hendak melakukan pencurian di rumah warga.

Tanpa dikomando, kedua pria sial itu langsung dipukuli. Tak tanggung balok pun mendarat ke kepala dan tubuh keduanya.

Akibatnya keduanya pun mandidarah hingga ‘setengah hidup’. Tak lama polisi Patumbak yang mendapat informasi langsung turun ke Tempat Lokasi Kejadian (TKP) dan memboyong kedua pemuda itu ke Mapolsek Patumbak guna dilakukan penyelidikan.

“Kami tidak ada berniat mau mencuri, kami mau beli rokoknya. Karena kami jalan dan karena di kampung itu paginya ada kecurian emas, kami yang dituduh mencuri dan kamipun dipukuli sekitar 20 orang,” sebut Yogi.

Baca Juga  Uang Tabungan Diduga Dibawa Lari BMT Amanah Ray, Puluhan Pedagang di Medan dan Deli Serdang Lapor Polisi

Yang juga diamini Rahmad saat ditemui wartawan di Polsek Patumbak dengan keadaan wajah babak belur dan mata bengkak memerah pada keduanya, Selasa (9/8) sore.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Patumbak, AKP Ferry Kusnadi saat dikonfirmasi membenarkan ada kejadian tersebut.

“Benar kita masih sedang lakukan penyelidikan tentang apakah kedua pria itu terbukti berniat melakukan pencurian atau memang kebetulan melintas. Namun hingga saat itu korban (warga korban kemalingan) belum ada buat laporan terkait pada keduanya,” sebut Ferry.

(anto/cektkp/vdp)