Loading...

Menanti Tobat Setya Novanto Pasca Dipindah ke Gunung Sindur

Loading...

Cektkp.id- Terpidana kasus e-KTP, Setya Novanto telah dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur. Pindahnya mantan Ketua DPR tersebut diharapkan bisa menjadi tempat pertobatan.

“Maka kami ambil tindakan segera malam itu pindahkan ke Gunung Sindur dari Lapas Sukamiskin, saya dilaporin. Kita kasih buat pertobatan,” kata Menkum HAM Yasonna Laoly di Graha Pengayoman, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

Setnov dipindah dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur usai tepergok pelesiran pada Jumat (14/6). Novanto awalnya mendapatkan rekomendasi dari lapas untuk menjalani pengobatan di luar lapas pada Selasa (11/6). Dia mengeluh tangannya tak bisa digerakkan.

Mantan Ketum Partai Golkar itu kemudian dinyatakan oleh dokter untuk menjalani rawat inap. Novanto dirawat inap hingga pada Jumat (14/6) diizinkan untuk kembali ke lapas.

Baca Juga  Menag Bantah Terima Rp 70 Juta dari Eks Kakanwil Jatim

Namun Novanto malah kabur. Petugas langsung melakukan pencarian sekitar pukul 15.00 WIB. Dia ternyata pelesiran ke toko bangunan mewah bersama istrinya. Belum diketahui jelas motif Novanto mendatangi lokasi.

Akibat tindakan tersebut, Novanto dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur. Di rutan tersebut, Novanto menempati sel dengan pengamanan super maximum security.

Menurut Yasonna, Novanto ditempatkan di rutan yang masuk kateogri high risk itu agar merenungi kesalahannya.

“Ini kan pelanggaran disiplin, maka kami tempatkan sementara di situ untuk merenunginya. Memang di sana supermaksimum seharusnya tidak di sana tetapi ya sudah lah,” ujarnya.

Selain itu, Yasonna juga meningatkan napi korupsi lain di Lapas Sukamiskin agar taat aturan. Dia menegaskan akan menerapkan aturan dengan tegas.

Baca Juga  Kejari Deli Serdang Amankan Lima Tersangka Korupsi PDAM Deli Serdang

“Ini juga memberikan pesan teman-teman yang di dalam saya kasih pesan ke mereka, well kamu harus playing by the rule at a wise. Nanti membuka kotak pandora mereka-mereka, ntar rakyat bilang pindah saja semua ke Nusakambangan tapi bisa kejadian tapi perlu uang lagi,” jelas Yasonna.

“Asal kita bisa tegakkan aturan dan SOP (standard operating procedure) dengan baik semua akan taat, kalau lakukan sesuatu kasih hukuman,” imbuh dia.

Sumber: detik.com