Poldasu Kewalahan Ungkap Kasus PPDB Online, Ini Penyebabnya…

Ilustrasi

CEKTKP.ID, MEDANPolda Sumut mengaku kewalahan dalam mengungkap kasus dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online.

Alasannya, dari seluruh orangtua murid yang dimintai keterangan, tidak ada seorang pun mengaku memberikan uang kepada pihak oknum tertentu untuk memasukan anaknya masuk SMA 2 dan 13 Medan.

“Nggak ada yang mau mengaku ngasih uang, di sini kendalanya. Jadi kasusnya masih lidik terus,” kata Kanit Tipikor Poldasu, Kompol Purwanto ketika dihubungi wartawan, Senin (12/2/2018).

Selain terkendala hal itu, penyidik juga kesulitan untuk mencari barang bukti. “Jadi susah kita nyari barang buktinya,” ujarnya.

Pun begitu, Purwanto mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan untuk membongkar kasus itu, karena mereka menilai kuat dugaan adanya tindak pidana korupsi pada proses PPDB online tahun 2017 tersebut. “Terus kita proses, sabar ya,” katanya.

Baca Juga  Kasus Kecurangan PPDB Online di Medan, Ini Perkembangan Terbarunya...

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi PPDB online sudah ditangani Poldasu sejak bulan Desember 2017 lalu. Penyidik telah memeriksa beberapa saksi di antaranya mantan Kepala SMA 2 dan 13 Medan.

Selain itu, polisi juga telah memintai sejumlah orangtua murid bahkan para komite kedua sekolah favorit itu. Tapi hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan dan belum masuk penyidikan.

Sebelumnya, Kasubbid Penmas Poldasu AKBP MP Naingolan mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Belum ada perubahan masih dalam penyelidikan, nanti kalau ada perubahan, akan saya kabari,” katanya. (anto)