Kasus Kecurangan PPDB Online di Medan, Ini Perkembangan Terbarunya…

SMA Negeri 2 dan 13 Medan. IST/CEKTKP

CEKTKP.ID, MEDAN – Polda Sumut kembali melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan korupsi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online di SMA Negeri 2 dan 13 Medan tahun 2017. Kali ini, polisi memanggil sejumlah anggota komite kedua sekolah itu.

Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan membenarkan penyidik memanggil sejumlah saksi, Selasa (9/1/2018). “Iya benar, ada kita periksa hari ini,” ucap MP Nainggolan.

Kabarnya, komite sekolah yang dipanggil untuk dimintai keterangan salah satunya bendahara komite sekolah bernama Atan Gultom. Namun, MP Nainggolan belum mengetahui siapa saja nama-nama yang diperiksa kali ini. “Nama-namanya saya tidak tahu, tapi ada diperikaa hari ini (kemarin),” ujar dia.

Baca Juga  Pungli Pengurusan Izin DPM-PPTSP Sumut, Akhirnya Tersangka Corneti Sinaga Diserahkan ke Jaksa...

Sambung mantan Kapolres Nias Selatan (Nisel), pemeriksaan saksi-saksi saat ini atau sebelumnya masih dalam proses lidik. “Intinya ini masih lidik, belum penyidikan,” terangnya.

Sebelumnya, Polda Sumut juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dengan adanya dugaan korupsi PPDB Online di SMA Negeri 2 dan 13 Medan.

Dari SMAN 13 Medan sendiri sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 6 orangtua murid, seorang guru PNS, seorang pegawai honorer, mantan kepala sekolah dan ketua komite sekolah.

Sedangkan dari SMAN 2 Medan yang diperiksa, 3 orangtua murid, seorang guru PNS, wakil kepala sekolah, mantan kepala sekolah dan ketua komite.

Dari hasil penyelidikan sementara, sebutnya, dugaan suap yang dipersangkakan kepada kepala sekolah dalam hal PPDB di luar kelulusan yang ditetapkan Kadis Pendidikan Sumut, diperoleh fakta dari keterangan para orangtua murid bahwa dikenakan biaya sumbangan komite yang diserahkan setelah peserta didik baru diterima di sekolah tersebut.

Baca Juga  Braakkk!!! Nabrak Daihatsu Sigra, Anak Muda 17 Tahun Langsung Wafat

Poldasu sendiri akan melakukan pemanggilan untuk klarifikasi terhadap 7 orang anggota dan bendahara komite SMA Negeri 13 dan 2 Medan guna mengetahui penerimaan uang Komite yang dipungut dari para orangtua murid.

Seperti diketahui, sejak pertengahan Desember 2017 lalu, Polda Sumut sudah memeriksa sejumlah orang dalam rangka proses hukum siswa ilegal di SMAN 2 dan SMAN 13. (anto)