Loading...

Poldasu: Lanjutan Proses Hukum OTT Kadisdikbud Taput, Terus Didalami

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Dugaan kasus gratifikasi yang masuk dalam ranah Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dengan tersangka Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Tapanuli Utara (Taput) berinisial JP, terus dikebut proses penyidikannya oleh penyidik Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sumut.

Rencananya penyidik yang akan mengambil keterangan lanjutan terhadap kepala sekolah (Kasek) SMAN Garoga, Kasek SMAN Siborong-borong hingga Kasek MAN, dilakukan pada Januari 2017 mendatang. Bahkan, Polda Sumut juga akan melakukan gelar perkara usai perayaan Tahun Baru 2017 nanti. Namun ditanya persisnya kapan, Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, belum dapat menyampaikannya secara gamblang.

“Rencana gelar perkara, Januari 2017. Kebetulan saya berdampingan dengan Dir Reskrimsus. Kalau jadwal pemanggilan itu, penyidiknya lah yang tahu. Rencana begitu (sebelum gelar),” kata Rina ketika dihubungi, Rabu (28/12) siang.

Menurut dia, proses penyidikan terhadap tersangka yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, sudah mengambil keterangan terhadap sepuluh orang saksi, selain dua Kepala SMAN 1 Sipahutar berinisial JL dan Kepala SMAN 1 Pangaribuan berinisial JS.

Baca Juga  Menanti Tobat Setya Novanto Pasca Dipindah ke Gunung Sindur

Dari jumlah itu, beberapa terperiksa itu juga menjabat sebagai Kasek. “Penyidik masih mendalami aliran dana itu darimana. Saksi yang diperiksa itu sudah sepuluh orang. Jadi sampai saat ini sudah ditetapkan tersangka adalah Kadisdiknya,” jelas Rina. Lantas apakah hasil pemeriksaan terhadap sepuluh terperiksa itu? Apakah penyerahan uang atas dasar keinginan daripada Kasek atau memang permintaan dari Kadisdikbud Pemkab Taput.

Menurut Rina, hal itu tak dapat dikonsumsi oleh media. “Itu konten dari penyidik, tidak bisa diekspos ke media. Yang jelas, penyidik sedang mempelajari aliran dana itu kemana-kemana saja. Lalu apakah ada keterkaitannya dengan pelaku,” kata Rina.

Disoal siapa yang digandeng penyidik dalam hal penelusuran aliran dana itu, Rina terdengar bingung menjawabnya. Apakah penyidik turut menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Rina belum dapat menyampaikan secara jelas.

“Penyidik memeriksa beberapa kepala sekolah. Kemudian hasil dari pemeriksaan ini, akan dilakukan gelar perkara, untuk menentukan selanjutnya tersangka tambahan atau bagaimana,” tandas mantan Kapolres Binjai ini.

Baca Juga  Sering Diare, Romi Minta Dispenser Rutan KPK Diganti

Diketahui, tim dari KPK menciduk ketiganya melalui OTT di rumah dinas tersangka yang terletak di Jalan DI Panjaitan, Tarutung, Rabu (21/12). Hasil OTT itu, KPK menyita barang bukti berupa mata uang asing 100 dollar US, 200 Yuan dan Rp235 juta. Tak hanya itu, tim KPK juga menyita delapan buah lembar buku tabungan. Oleh KPK, penyelidikan kasus itu diserahkan kepada Polda Sumut. Soalnya, hasil yang dijaring KPK dinilai bukan penyelenggara negara. Sebab, KPK sebut kalau penyelenggara negara itu adalah pejabat esselon I. Begitupun, KPK tetap memonitoring proses penyelidikan yang didalami oleh Polda Sumut. Oleh Polda Sumut, Kadisdikbud Pemkab Taput ditetapkan sebagai tersangka. Sementara dua Kasek yang turut terjaring dalam OTT itu, sudah dipulangkan dengan status terperiksa.(Anto/cektkp)