Loading...

Seorang Guru Menerima Telepon Bahwa Putrinya Tertangkap Basah Mencuri di Toko Buku, Dia Pun Melakukan…

Loading...

CEKTKP.ID – Kisah nyata ini terjadi sepuluh tahun yang lalu. Saat seorang guru sedang beristirahat saat makan siang, teleponnya berdering. Ketika guru itu menjawab, sebuah suara yang garang berkata, “Kami telah menangkap anak perempuan Anda karena mencuri sebuah buku di toko buku kami, tolong datang cepat untuk menyelesaikan masalah ini.”

Guru ini juga mendengar suara seorang gadis menangis di balik suara si penelepon. Saat dia menoleh, putrinya sedang menonton televisi di ruang tamu. Jadi gadis yang tertangkap mencuri itu bukan putrinya.

Dalam pikirannya, mungkin ini adalah panggilan palsu, tapi mungkin memang benar gadis itu telah tertangkap basah mencuri di toko buku.

Dan gadis itu dengan sengaja memberinya nomor telepon acak karena dia tidak ingin keluarganya mengetahui perbuatan buruknya. Kebetulan nomor telepon acak ini adalah nomor telepon rumah guru ini.

Sebenarnya, guru ini bisa saja meletakkan telepon dan membiarkan saja masalah ini karena ia tidak kenal dengan gadis itu.

Guru itu bisa saja memarahi si penelepon dan mengatakan anak gadis itu tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Tetapi sebagai seorang guru, dia berpikir anak gadis itu mungkin saja salah seorang dari muridnya.

Mendengar suara tangisan gadis tersebut, mungkin dia dalam keadaan shock dan takut. Gadis itu mungkin berada dalam situasi terburuk dalam hidupnya, dengan melakukan kesalahan dan menganggap dirinya sebagai orang yang hina pada saat itu.

Setelah berpikir agak ragu-ragu, sebuah pertanyaan muncul dalam benaknya, “Bagaimana jika apa yang kamu pikirkan itu benar?” Dengan keputusan yang tepat, guru itu meminta alamat toko buku dan bergegas ke sana untuk memecahkan masalah gadis itu.

Sesampainya di toko buku, seperti apa yang ada dalam benaknya, sang guru melihat seorang gadis muda menangis di dalam toko buku sedang dimarahi dan diperlakukan dengan buruk oleh pekerja toko. Guru itu lantas meraih gadis itu dan memeluknya dengan kasih sayang.

Baca Juga  Gadis Cilik Usia 5 Tahun di Aceh Rela Bongkar Celengan Demi Bantu Rakyat Palestina

Guru itu kemudian berpaling kepada karyawan toko dengan tatapan tajam sambil berkata, “Tolong bicara dengan saya jika Anda tidak puas, jangan menakut-nakuti gadis ini.”

Kemudian, guru ini membayar buku-buku yang telah dicuri oleh gadis itu dan membawanya keluar dari toko. Guru ini baru bisa melihat wajah anak gadis yang kusut masai karena dibasahi dengan air mata dan dalam kondisi ketakutan.

Guru ini tidak mengenali anak gadis tersebut dan membawanya pulang ke rumah supaya bisa membersihkan dirinya yang tidak terurus itu. Setelah itu, guru tersebut membiarkan anak gadis itu pergi begitu saja tanpa bertanya apa masalah yang sebenarnya.

Sebelum gadis itu pergi, guru tersebut memberitahu bahwa dia bisa datang ke rumahnya jika dia ingin membaca buku, di rumahnya terdapat banyak buku.

Dengan wajah yang masih shock, gadis muda ini menatap wajah guru tersebut dengan tajam, lalu meninggalkan rumah guru itu, lalu lenyap dari tatapannya dan tak pernah muncul lagi.

Waktu berlalu. Sepuluh tahun berlalu dengan cepat tanpa disadarinya. Guru itu masih tinggal di rumah yang sama namun telah melupakan gadis yang telah dibantu karena mencuri di toko buku.

Pada suatu hari di tengah hari , bel rumah guru berbunyi. Saat guru itu membuka pintu, dia melihat seorang gadis muda berdiri dan tersenyum manis di depannya. Gadis muda cantik ini membawa bungkusan hadiah yang besar.

Guru itu bertanya, ” Anda mencari siapa?”

Gadis muda itu merasa sangat senang saat bisa bertemu lagi dengan guru tersebut. Setelah memperkenalkan dirinya, guru itu baru mengenali dan ingat pada gadis muda ini. Inilah gadis malang yang pernah tertangkap karena mencuri buku di toko buku, yang pernah ia bantu.

Kini, setelah sepuluh tahun berlalu, gadis ini telah tumbuh dan berhasil lulus dari universitas.

Baca Juga  Komunitas Giling Bagikan Bubur Gratis di Siantar Ramadhan Fair

Gadis ini telah datang kembali untuk mengungkapkan penghargaannya kepada guru itu yang pernah menyelamatkan dirinya saat melakukan kesalahan besar dalam hidupnya.

Wajah gadis muda itu menjadi sedih dan matanya tampak memerah dan berair, berkata, “Sampai sekarang, saya masih tidak mengerti mengapa ibu bisa berpura-pura menjadi ibu saya dan membantu saya saat itu. Dan sejak saat itu, saya telah menganggap ibu sebagai Ibu saya. ”

Pada saat itu juga, air mata mulai mengalir dari mata guru itu , dan dia bertanya dengan penuh rasa ingin tahu, “Apa yang akan terjadi pada Anda jika saya tidak muncul untuk membantu Anda pada hari itu?”

Dengan tatapan sayu, gadis muda ini mengangkat wajahnya dan berkata, “Saya tidak tahu, mungkin saya akan melakukan hal bodoh, atau pada tahap ekstrem, saya bunuh diri!”

Guru ini merasa aneh. Di dalam lubuk hatinya, dia sangat senang karena dia telah membuat keputusan yang tepat. Keputusan yang telah mengubah kehidupan seorang gadis kurang beruntung, mengubah masa depan yang telah terbentang dengan cerah yang menunggunya.

Melihat senyum bahagia gadis muda cantik ini, sang guru terus tersenyum tanpa sadar.

Kebaikan yang sederhana dan kecil sebenarnya bisa membuat perubahan pada orang lain. Dengan ketulusan hati dan belas kasih sebenarnya tidak memerlukan banyak usaha.

Jadi setiap orang perlu menanam dengan hati yang baik. Berpikir dengan baik dengan harapan semakin banyak orang seperti gadis muda ini dapat dibantu dan diselamatkan dan dibawa kembali ke jalan yang benar.