Loading...

Syuting Film Indie di Lapangan Merdeka Dipalak Preman, Ini Kata Gerakan Kampung Sendiri

Loading...

Cektkp.id, Medan- Aksi pemerasan yang dilakukan preman di kawasan lapangan Merdeka Medan, terhadap komunitas film indie sangatlah di sesalkan oleh gerakan Kampung sendiri.

Kordinator Kampung sendiri, Bobi Septian mengatakan sudah tidak masanya aksi premanisme dibiarkan terjadi oleh pihak kepolisian. Di era milenial ini, sepatutnya insan kreativ harus diberi kenyamanan untuk berekspresi karena kelompok kreativ lah yang mampu mengubah wajah medan agar lebih baik kedepannya.

Atas peristiwa tersebut, Bobi meminta agar jajaran kepolisian wajib memberikan rasa aman kepada komunitas-komunitas kreativ yang ada di Medan untuk berbuat dan jangan biarkan lagi kejadian pemerasan yang di alami crew film A Thousand Midnight, yang di peras oleh preman terulang kembali.

Baca Juga  Cie, Raffi Ahmad Ajak Yuni Shara Duet dengan Nagita Slavina

“Kapolda harus mengambil sikap terkait terjadinya pemerasan yang dilakukan oleh preman di lapangan Merdeka yang menimpa komunitas film indie, program Kapolda Sumut tidak ada tempat bagi preman jangan hanya slogan belaka. Saya selalu pelaku komunitas merasa kecewa terhadap peristiwa yang terjadi pada malam rabu kemarin”. Ungkap Bobi.

Bobi berharap kedepannya jajaran kepolisian benar-benar memberikan rasa aman kepada para komunitas untuk berbuat guna membangun kota Medan ini.

Sementara Itu Ridho Golap, salah satu member Komunitas Film sumatera Utara (KOFI SUMUT) sangat menyayangkan peristiwa pemerasan terhadap insan film. Aksi pemerasan yang terjadi berdampak negatif terhadap industri kreativ yang di gaungkan oleh Presiden Indonesia Jokowi. (Cektkp/rel/iwomedan)