Loading...

Lagi Operasi Otak, Musisi Ini Masih Sempat Main Gitar

Loading...

Cektkp.id-  Seorang musisi asal Afrika Selatan yang menderita tumor otak, memainkan beberapa nada pada gitarnya saat operasi berlangsung untuk mengangkat tumor yang ada di otaknya. Operasi berakhir sukses.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (27/12/2018) permainan gitar Musa Manzini membantu membimbing tim medis dalam melakukan tindakan yang menuntut kehati-hatian seraya menjaga jalur susunan syaraf, ujar Dr. Rohen Harrichandparsad, salah satu dokter ahli bedah syaraf.

“Tindakan ini meningkatkan peluang keselamatan untuk kami, karena kami dapat menerima masukan langsung saat kami melakukan pembedahan,” ujar Harrichandparsad, Sabtu 22 Desember 2018.

Prosedur itu bukan hal tak lazim. Sebelumnya ada beberapa kasus di negara-negara lain dimana musisi memainkan alat musik atau bernyanyi dalam pembedahan serupa.

Baca Juga  Ahmad Dhani Dipenjara, Konser Dewa 19 Reunian di Malaysia Tetap Lanjut

Tujuannya adalah untuk menguji Manzini dalam “kemampuan untuk memainkan musik,” yang membutuhkan interaksi yang rumit dari susunan syaraf di otak, ujar dokter.

Manzini diberi sebuah gitar menjelang akhir prosedur pembedahan yang membutuhkan waktu berjam-jam, sambil para dokter memeriksa semuanya berjalan sesuai dengan rencana.

“Ini dia, mainkan gitarnya,” ujar seorang anggota tim saat pasien mulai memainkan gitarnya.

Berawal dengan perlahan, Manzini memainkan serangkaian nada dan perlahan-lahan terangkai menjadi sebuah irama, ditemani oleh monitor yang berkedap-kedip.

Dalam tindakan di mana tempurung kepala dibuka saat kondisi pasien terjaga, sejumlah dokter menstimulasi bagian otak dengan arus listrik sedang, sebagai cara untuk menguji dan memetakan daerah-daerah yang mengendalikan fungsi-fungsi vital seperti gerakan anggota tubuh dan kemampuan berbicara.

Baca Juga  Konser Amal Sucikan Hati, Sabyan Gambus Bakal Hentak Medan

Misalnya, bila pasien susah payah berbicara saat arus listrik diberikan pada bagian otak tertentu, para dokter tahu bahwa mereka harus melindungi bagian itu saat mengangkat tumor.

Walau pun seolah-olah pasien terjaga selama prosedur dilakukan, pasien diberikan obat untuk membuat mereka mengantuk selama pelaksanaan tindakan yang membutuhkan waktu lama.

Sumber: liputan6.com