Loading...

Film Cahaya Cinta Pesantren Disambut Hangat

Loading...

CEKTKP.ID, MEDAN- Full Frame Pictures memperkenalkan film pertamanya di Kota Medan, tepatnya di Studio II XXI Hermes Place senin (26/12/2016) malam.

Film tersebut berjudul Cahaya Cinta Pesantren. Serba istimewa sebab inilah film perdana Full Frame Pictures.
Istimewa karena genre yang dipilih terbilang berani yakni genre religi remaja, mengambil setting dunia pesantren pula.

Makin istimewa lagi karena latar film ini mempertontonkan keindahan Danau Toba, mengangkat budaya Sumatera Utara yang beragam. Unsur batak dengan pemakaian marga Silalahi di tokoh utama.

Adat Karo yang kental, dan logat Medan juga beberapa ikon Kota Medan yang ditonjolkan di film besutan sutradara muda Raymond Handaya ini.

Film ini diperankan oleh Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Wirda Mansur, Elma Theana, Tabah Panemuan, Zee Zee Shahab dan Fachri Muhammad.

Mengangkat kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau Toba bernama Shila (Yuki Kato), anak perempuan yang ingin melanjutkan sekolah ke SMA Negeri favorit di daerahnya namun tidak lolos.

Karena keterbatasan biaya orang tuanya tidak mungkin menyekolahkan Shila di SMA Swasta, awalnya Shila menolak namun atas bujukan orang tuanya jadilah Shila santri di

Pesantren Al-Amanah (Seting film di Pesantren Raudhah Hasanah Medan).
Dunia pesantren yang disiplin ditambah jadwal pelajaran dan kegiatan yang seakan tiada henti membuat Shila mesti beradaptasi.

Baca Juga  Aktor Captain America Bakal Bintangi The Raid Versi Hollywood

Di pesantren Shila bersahabat dengan Manda (Febby Blink), Aisyah (Via Blink) dan Icut (Vebby Palwinta). Tapi dengan Manda, Shila merasa paling dekat.

Karena keduanya tidak betah tinggal di pesantren tanpa sepengetahuan yang lain, keduanya pun kabur dari pesantren. Tapi takdir membawa mereka berdua kembali ke pesantren itu.

Manda mantap untuk menjadi santri di situ. Tapi Shila, masih belum yakin. Selain urusan pelajaran, sebagai gadis yang tengah puber, shila pun berurusan dengan perasaan.

Ia jatuh hati pada Rifqy (Fachri Muhammad), santri senior. Shila berusaha menjalani kehidupan pesantren ditengah bermacam konflik. Mulai dari konflik yang membuat persahabatannya berantakan.

“kepergian” orang yang ia sayangi, hingga ia sempat diancam akan dikeluarkan dari pesantren justru saat ia telah benar-benar jatuh hati pada pesantren itu.
Dan Shila berhasil melalui itu semua, karena pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke pesantren;

“Kalau kita mencintai segala sesuatu karena Allah, maka kita tidak akan pernah kenal yang namanya kecewa atau sakit hati”
Inilah Film tentang pendidikan, sosial dan religi. Cerita keluarga, Persahabatan, romantisme dan seluk beluk anak-anak muda yang menempuh pendidikan di pesantren.

Hal ini divisualkan dalam gambar-gambar yang dinamis, membentuk mosaik yang jalin menjalin. Setting waktu dan lokasi, dibalut dalam sinematografi yang indah membuat dramatis film ini begitu menyentuh dan bermakna.

Baca Juga  Equaliz Ingin Jadi Inspirator Band-band di Sumut

Ditambah oleh unsur pariwisata dimana dalam film ini terdapat adegan silat lokal dan lokasi syuting di medan dan danau Toba.
Film pop religi pertama di Indonesia ini akan hadir di seluruh bioskop mulai tanggal 12 Januari 2017.

Sementara Yuki Kato dalam sesi wawancara dengan media usai pemutaran film mengatakan, sangat tertantang melakoni peran sebagai santri. Terlebih harus melakoni seorang gadis dengan logat Sumatera Utara, atau Medan.

“Saya sama sekali tidak ada darah Sumatera. Jadi ini benar-benar baru bagi saya. Saya dapat peran ini menjadi tantangan.”

“Hampir tiga minggu saya reading naskah. Bahkan kami para pemain harus tinggal di pesantren untuk memerankan karakter ini,” kata Yuki Kato yang diamini pemeran lainnya seperti Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink dan Fachri Muhammad yang juga hadir pada premier film tersebut.

(vdp/cektkp)