Loading...

Ini Usia Ideal Wanita Jika Ingin Hamil

Loading...

Cektkp.id- Hadirnya sang buah hati merupakan kebahagiaan tiada tara buat pasangan suami istri. Tentunya wanita yang sudah menikah pasti ingin hamil.

Tapi dalam perkembangannya, banyak beredar kasus pernikahan di bawah usia yang terjadi berbagai daerah di Indonesia. Bukan tanpa sebab, jika seorang wanita hamil di usia dini, dikhawatirkan dapat membahayakan bagi dirinya dan anak yang ia tengah ia kandung.

Ini juga tidak terlepas dari rendahnya pengetahuan anak muda terhadap kesehatan reproduksi (KESPRO), dan kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya tentang kontrasepsi disinyalir menjadi dua penyebab utama hal tersebut.

Dua fakta itulah yang kini tengah menjadi perhatian utama pemerintah Indonesia. Bukan tanpa sebab, kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat para remaja dan generasi milenial lebih mudah dalam mengakses konten-konten berbau pornografi dan terjerumus dalam pergaulan bebas.

Hal tersebut secara tidak langsung memicu peningkatan angka kehamilan remaja di Indonesia. Menurut dr. UF Bagazi, SpOG dari RS. Brawijaya Antasari, kehamilan pada masa remaja sebaiknya dihindari karena menimbulkan banyak sekali efek negatif. Tidak hanya menyangkut kesehatan tubuh saja, tetapi juga berdampak pada kesehatan psikologinya.

Minarke atau mens itu pertama kali dialami oleh anak wanita pada usia 12-13 tahun. Namun sayangnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa pada masa inilah perbandingan antara mulut dan bagian atas rahim masih memiliki proporsi yang sama 1:1,” tutur UF Bagazi, saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Ini Bau Miss V yang Sehat

Dalam arti lain, rahim anak remaja cenderung tidak dapat menahan calon bayi yang seharusnya bertahan didalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan. Jika dipaksakan justru dapat menyebabkan persalinan prematur, pecahnya ketuban, keguguran, mudah terkena infeksi, hingga anemia kehamilan (kekurangan zat besi).

“Organ kelamin mereka itu belum mature seutuhnya. Mungkin saja terjadi robekan-robekan antara saluran kencing dengan vàgınà yang dapat menimbulkan infeksi, keracunan saat hamil, hingga berujung kematian. Kematian ibu pada saat melahirkan itu banyak disebabkan karena pendarahan dan infeksi,” tegasnya.

Lebih lanjut dr. UF Bagazi menjelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh BKKBN dan Kemenkes, seorang wanita dianggap sehat dan siap untuk hamil saat mereka telah berusia 24 tahun. Pada usia inilah seluruh organ reproduksi maupun kesehatan psikologi mereka telah siap secara keseluruhan.

“Undang-Undang Pernikahan kita memang memperbolehkan seseorang menikah pada usia 16 tahun. Tapi kalau bisa ditunda setelah mereka benar-benar siap,” ungkap UF Bagazi.

Baca Juga  Survei: Remaja Indonesia Merasa Tak Nyaman Pakai Kondom

“Sekarang banyak yang usianya masih terbilang remaja tetapi sudah hamil. Dampak utamanya itu pada psikologi mereka, belum siap membesarkan anak, belum siap secara edukasi, finansial, dan hal-hal penting lainnya,” tambahnya.

Bila dikaitkan dengan tingkat kesuburan, kehamilan ideal bagi seorang wanita adalah saat usianya berada pada rentang 20 sampai 35 tahun. Sebab begitu mencapai usia di atas 35 tahun, wanita akan lebih sulit hamil karena kesuburannya mulai menurun.

Sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Human Reproduction mengungkapkan bahwa, wanita yang hamil di usia 30 tahu ke atas belum termasuk ketuaan. Hal ini dibuktikan setelah dilakukan penelitian terhadap lebih dari 58.000 wanita.

Para ahli menemukan, wanita usia 20-an memiliki 98 persen kemungkinan untuk hamil. Itu berarti, usia 20-an merupakan puncak kesuburan wanita yang berpeluang besar untuk terjadinya kehamilan. Mulai memasuki usia 30 hingga 38 tahun, tingkat kesuburan pada wanita pun perlahan menurun.

Sumber: okezone.com