Loading...

Gagal Deteksi Corona, Spanyol Kembalikan Rapid Test yang Dibeli dari China

Loading...

Cektkp.id- Pemerintah Spanyol menyatakan tes cepat dan massal pengambilan sampel darah (rapid test) yang dibeli dari China tak konsisten mengidentifikasi kasus positif virus corona. Mereka mengaku akan mengembalikan kit tersebut ke pabrik.

Dilansir Business Insider, Sabtu (28/3), pengembalian ini dilakukan setelah ada temuan ahli mikrobiologi soal rapid test kit yang mereka beli dari sebuah perusahaan China, Bioeasy. Mengutip surat kabar Spanyol El País, alat itu hanya memiliki sensitivitas sebesar 30%.

Sumber-sumber lainnya menyatakan, tes corona harus memiliki sensitivitas lebih dari 80%. Ini sesuai dengan arahan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Otoritas kesehatan diminta untuk tidak memakai rapid test dalam mendeteksi pasien corona. Menurut mereka, rapid test memang bisa mendapatkan hasil dalam hitungan menit, tetapi kurang akurat dibandingkan tes lainnya.

Kesalahan Spanyol membeli rapid test dari Bioeasy disadari setelah Spanyol menjadi negara kedua yang mengalami lonjakan kematian tertinggi, yakni 4.000 orang, dan per Sabtu (28/3) tembus 5.000 orang.

Baca Juga  Pandemi Corona, Impor dari China ke Indonesia Jalan Terus

Masih mengutip El País, banyak yang mendesak Pusat Mikrobiologi Klinis Spanyol untuk tidak merekomendasikan rapid test. Petugas kesehatan kini harus menggunakan tes lain yang membutuhkan waktu lebih lama agar memberikan hasil akurat.

Fernando Simón, direktur pusat koordinasi darurat kesehatan Spanyol, mengatakan, pihaknya telah melakukan 9.000 tes. Dari tes masif itu, mereka mengaku tidak menemukan hasil yang cukup konsisten, dan telah mengembalikannya ke Madrid.

Selain Spanyol, negara-negara lain, salah satunya Georgia, juga telah membeli rapid test di Bioeasy.

Namun, Kedutaan Besar Tiongkok di Spanyol mengklarifikasi rapid test kit Bioeasy bukan bagian dari sumbangan medis China. Mereka mengklaim perusahaan itu tidak memiliki lisensi untuk menjual produk-produknya.

Kementerian Perdagangan China memang merekomendasikan Spanyol daftar produsen. Namun, tak ada nama Bioeasy dari daftar tersebut, karena belum ada lisensi dari Administrasi Produk Medis Nasional China untuk menjual produk-produknya.

Baca Juga  Agar Tak Ada Kendala Teknis, Pendaftaran Kartu Pra Kerja Dimulai 11 April

Para profesional medis di Republik Ceko juga mengatakan rapid test China tidak berfungsi dengan baik.

Menanggapi ini, Bioeasy menyatakan, hasil tes akan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti perjalanan penyakit pasien, lokasi pengambilan sampel, dan akurasi pengambilan sampel. Jika ada lebih sedikit viral load dalam spesimen, kinerja deteksi beberapa alat rapid test menjadi tidak ideal, dan hasil negatif ‘palsu’ lah yang dihasilkan.

Spanyol kini juga mengalami lonjakan kasus corona. Jumlah penderita naik drastis menjadi 65 ribu orang, tertinggi keempat di dunia, setelah AS, China dan Italia.

Sumber: kumparan.com