Loading...

Dampak Corona, Trump Beri BLT ke Warga Amerika Serikat Rp 19,5 Juta

Loading...

Cektkp.id- Kabar gembira bagi rakyat Amerika Serikat. Presiden Donald Trump dan badan legislatif AS telah sepakat mengucurkan paket ekonomi sebesar US$ 2 triliun untuk melawan virus corona COVID-19.

Paket ekonomi US$ 2 triliun ini baru saja lolos pada Rabu 25 Maret malam waktu AS. Presiden Donald Trump menyambut bahagia lolosnya stimulus ini.

Pada paket fantastis itu, ada pula alokasi bantuan langsung tunai (BLT) bagi tiap orang dewasa sebesar US$ 1.200 (Rp 19,5 juta). Paket bantuan ini dibagi menjadi beberapa bagian dan ada bonus bagi yang punya anak.

Berdasarkan laporan The Washington Post, Kamis (26/3/2020), uang BLT khusus virus corona ini diberikan kepada warga yang pendapatannya US$ 75 ribu (Rp 1,2 miliar) per tahun. Perhitungan pendapatan disesuaikan dengan laporan pajak tahun lalu.

Baca Juga  38 Anggota DPRD Padang Masuk ODP Virus Corona Usai Pulang dari Bali

Khusus mereka yang pendapatannya melewati US$ 75 ribu, maka BLT-nya akan dikurangi US$ 5 untuk setiap tambahan penghasilan US$ 100. Mereka yang penghasilannya melebihi US$ 99 ribu (Rp 1,6 miliar) tidak dapat BLT.

Pasangan yang menikah akan mendapat BLT sebesar US$ 2.400 (Rp 39 juta) jika pendapatan keduanya tak melebihi US$ 150 ribu. Dan jika pasangannya punya anak, maka BLT bertambah US$ 500 (Rp 8,1 juta).

Untuk single parent juga berhak mendapatkan tambahan yang sama bila punya anak.

BLT akan dikirim pada bulan depan lewat deposit atau cek. Kebijakan ini hanya berlangsung sekali, tetapi Presiden Donald Trump mengaku siap memperpanjangnya bila perlu.

Baca Juga  Perusahaan Usul Pangkas Uang THR 50 Persen, Buruh Menolak, Pemerintah Harus Tegas

Paket ekonomi ini tak hanya untuk BLT. CBS News mencatat  ada dana pinjaman sebesar US$ 367 miliar (Rp 5.974 triliun) untuk bisnis kecil, serta anggaran US$ 350 miliar (Rp 5.697 triliun) bagi rumah sakit.

Ada pula dana pinjaman US$ 500 miliar (Rp 8.137 triliu) bagi industri-industri besar. Angka itu termasuk dana untuk industri penerbangan yang sangat terdampak virus corona, dan angkanya mencapai US$ 25 miliar (Rp 406 triliun).

Sumber: liputan6.com