Loading...

OJK: Inklusi Keuangan Sumut Tahun 2019 Sudah Mencapai Target

Loading...

Cektkp.id, Medan- Tahun 2019 inklusi keuangan di Sumatera Utara sudah mencapai target (75,27%) dan melebihi target nasional sebesar 75 persen. Hal ini dikatakan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori. Begitu juga dengan literasi keuangan Sumut yang juga sudah mencapai target (39%) melebihi target nasional sebesar 35 persen.

Hal ini dikatakannya saat acara kegiatan Pasar Keuangan Rakyat (PKR) yang digelar OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sumut di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (26/10/2019).

Kegiatan PKR ini adalah bentuk upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan di Medan khususnya dan Sumut umumnya.

“Kegiatan ini kita gelar berdasarkan arahan Presiden sesuai dengan Perpres Nomor 82 tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI),” katanya.

Baca Juga  Yuk Cek Daftar Tol Gratis Selama Libur Natal dan Tahun Baru

“Dengan adanya PKR, diharapkan dapat lebih mengenalkan produk atau layanan jasa keuangan yang dimiliki lembaga jasa keuangan (LJK) kepada masyarakat luas, seperti produk perbankan, asuransi, pembiayaan dan lainnya.

Kegiatan PKR katanya, digelar serentak oleh OJK di bulan Oktober di seluruh Indonesia sebagai implementasi Bulan Inklusi Keuangan.”Acara ini diikuti sekitar 80 industri jasa keuangan dengan 90 stan (booth). Sesuai pesan Wakil Gubernur, Musa Rajekshah kegiatan ini harusnya juga diselenggarakan di seluruh kabupaten/kota. Semoga ke depan, ini bisa terlaksana,” ujar Yusup yang juga Ketua Forkom IJK Sumut.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, pihaknya mendukung sepenuhnya kegiatan tersebut. Sebab, sejalan dengan program BI untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat dari unbankable menjadi bankable.

Baca Juga  Tarif Listrik 900 VA Naik per 1 Januari, Ini Kata Luhut

“Selain itu, juga berkaitan dengan program BI yakni Gerakan Nasional Nontunai (GNNT). Karena begitu masyarakat masuk ke perbankan tentu bisa bertransaksi dengan nontunai. Ini juga bentuk sinergitas antara BI dengan OJK,” pungkasnya. (Cektkp/rel)