Loading...

Warga Mekarjaya Depok dapat Surat Tagihan BPJS Rp 9 Miliar

Loading...

Cektkp.id- Defisit BPJS Kesehatan belakangan jadi isu yang santer terdengar. Kementerian Keuangan juga beberapa waktu lalu menegaskan bahwa penyebab defisit terbesar adalah tunggakan iuran peserta mandiri yang nilainya sekitar Rp15 triliun selama tahun 2016-2018.

Terkait hal itu, beredar sebuah surat tagihan tunggakan BPJS Kesehatan sebesar Rp9 miliar yang dialamatkan pada ketua-ketua RW se-Kelurahan Mekarjaya Depok.

Surat atas nama Pemerintah Kota Depok, Kecamatan Sukmajaya, Kelurahan Mekarjaya itu menyebutkan bahwa BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok dengan kelurahan Mekarjaya sepakat akan melakukan pengembangan program desa JKN, namun diharapkan warga Kelurahan melunasi tunggakannya yang mencapai Rp9 miliar.

Berdasarkan nota kesepahaman antara Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Kantor Cabang Depok dengan kelurahan Mekarjaya tentang pelaksanaan program desa JKN. Bahwa sebagai pertimbangan telah dikembangkannya program desa JKN dengan menetapkan kelurahan Mekarjaya menjadi pilot project atau sebagai wilayah uji coba.

Untuk adanya upaya pengumpulan keberlangsungan iuran serta pelayanan kesehatan dan peningkatan pelayanan kesehatan tersebut bersama ini kami perlu informasikan bahwa peserta BPJS yang menunggak iuran kepesertaan se-Kelurahan Mekarjaya sebesar Rp9.000.000.000,- (sembilan miliar rupiah), sebagaimana daftar terlampir,” tulis surat yang diedarkan tanggal 22 Agustus 2019 itu.

Selain memberitahukan soal informasi tunggakan, surat tersebut juga meminta kepada ketua RT dan RW setempat untuk meneruskan informasi tersebut pada warganya.

Baca Juga  OJK: Inklusi Keuangan Sumut Tahun 2019 Sudah Mencapai Target

Untuk ini kami mohon kepada ketua RW, Ketua RT, untuk dapat menginformasikan kepada warganya agar dapat menyelesaikan pembayaran tunggakan BPJS untuk peningkatan pelayanan kesehatan,” tulis surat tersebut.

Pada bagian bawah, ditulis bahwa surat itu merupakan tembusan dari Camat Sukmajaya Kota Depok, juga Kepala BPJS Kota Depok. Di bagian tanda tangan, surat itu ditandatangani oleh Lurah Mekarjaya, Drs, Zainal Arifin, M,Si.

Tembusan Yth: 1. Camat Sukmajaya Kota Depok, 2. Kepala BPJS Kota Depok. Ttd Lurah Mekarjaya Drs, Zainal Arifin, M,Si.”

Yang menarik, ada note dengan tulisan tangan kalau surat tersebut diminta untuk disebarkan kepada ketua RT.

“Kpd Ketua Rt 01-11 untuk dapat diberitahukan kepada warganya masing-masing.

Terkait surat edaran tersebut, Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, membenarkannya. Surat edaran itu bukan hanya menagih tunggakan peserta tapi menekankan akan berjalannya desa JKN.

Desa Mekarjaya menjadi pilot project pengembangan Desa JKN. Surat tersebut memang benar ada, dibuat Oleh Lurah Mekarjaya ditujukan kepada RT dan RW se-kelurahan Mekarjaya,” ujar Iqbal kepada VIVA, Selasa 10 September 2019.

Adapun surat edaran tersebut sebagai tindaklanjut pertemuan Evaluasi Desa JKN, di Aula Kelurahan Mekarjaya, Agustus 2019 dipimpin oleh Lurah dihadiri Dinkes, Dinsos, Polsek, Babinsa, Disdukcapil, BPJSK serta para ketua RW dan RT sekelurahan Mekarjaya. Dibuat juga SK tim teknis dari kelurahan Mekarjaya, Ketua RT dan RW menjadi anggota.

Baca Juga  Tol Laut Karya Jokowi Gagal Setarakan Harga Pangan

Hasil rapat tersebut salah satunya bentuk dukungan para RT dan RW untuk ikut mengingatkan masyarakat di sekitar yang menjadi peserta (peserta bukan penerima upah) PBPU dan menunggak, sekaligus menyisir kriteria masyarakat yang tidak mampu untuk diusulkan menjadi peserta (penerima bantuan iuran) PBI APBD,” kata dia.

Menurut Iqbal, agar tidak ada lagi tunggakan oleh peserta di kemudian hari, dibentuklah desa JKN itu sekaligus untuk memperluas kepesertaan dan meningkatkan kolektabilitas iuran. Konsep desa JKN tersebut dioptimalkan melalui kader JKN, agen institusi, opimalisasi peran pemerintah daerah, penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan pemberdayaan klinik masjid.

Se-depok (desa JKN) hanya desa Mekarjaya dan masih pilotting (percobaan). Masing-Masing dari 13 Kedeputian Wilayah, minimal 1 desa pilot,” tambahnya.

Sumber: viva.co.id