Loading...

LAPK: PLN Lubuk Pakam Belum Profesional Memberikan Pelayanan ke Pelanggan

Loading...

Cektkp.id, Medan- Maraknya pengaduan masyarakat atas buruknya pelayanan PLN Lubuk Pakam, membuat Lembaga Advokasi dan Pelindungan Konsumen (LAPK) menyarankan pelanggan atau konsumen Perusahaan Listrik Negara (PLN Persero), melakukan perlawanan baik upaya administrasi ke DPRD Deli Serdang dan Ombudsman Sumut, maupun upaya hukum gugatan ke BPSK Kota Medan dan Pengadilan Negeri.

Sekretaris Lembaga Advokasi dan Pelindungan Konsumen (LAPK) Padian Adi S Siregar menegaskan PLN Lubuk Pakam dinilai belum profesional memberikan pelayanan maksimal ke pelanggan. “Hal ini harus jadi perhatian serius buat petinggi PLN di Sumut maupun Dirut PLN sendiri,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (25/7/2019).

Dia mengungkapkan, pengaduan yang muncul meliputi kesalahan pencatatan meter yang meyebabkan mahalnya tagihan pelanggan di Tanjung Morawa, Pelanggan yang harus mengalami pemadaman akibat meteran error tidak bisa mengisi token di Griya Nabila 2, Desa Kolam, Percut Sei Tuan, Pelanggan yang minta ganti meteran akibat segel rusak tidak mendapat respon.

“Akibatnya konsumen gelap mata, menggunakan listrik tanpa pembatas daya, hingga berujung korban Operasi P2TL yang didenda membayar jutaan, bahkan belasan juta rupiah. Ini harus disikapi dengan serius Petinggi PLN Sumut,” katanya.

Baca Juga  Tol Laut Karya Jokowi Gagal Setarakan Harga Pangan

Namun, katanya, kondisi yang mentradisi sejak lama, setali tiga uang, petinggi PLN Sumut buang badan terhadap pengaduan dari pelanggan PLN Lubuk Pakam, bukan malah menerima kemudian meneruskan pengaduan untuk ditindaklanjuti ke PLN Lubuk Pakam, justru yang terjadi pengaduan pelanggan ditolak dan disuruh mengadukannya ke PLN Lubuk Pakam.

“Bagaimana mungkin keluhan yang tidak direspon di PLN Lubuk Pakam, makanya mengadu ke PLN Sumut, eh malah disuruh balik mengadu ke PLN Lubuk Pakam, tentu sikap PLN Sumut merupakan pola pikir pelayanan yang sesat dan harus dilawan pelanggan,” ujarnya.

Dikatakannya, sikap tak acuh yang ditunjukkan PLN Lubuk Pakam dan PLN Sumut menjadi warisan buruk pelayanan PLN Sumut yang belasan tahun lalu tidak berubah. Pelanggan pun dihadapkan dengan pilihan yang sulit dan hanya memilih satu pilihan operator listrik PLN, menjadi pelampiasan arogansi petugas PLN Lubuk Pakam melakukan tindakan mal-pelayananan kepada pelanggan.

Baca Juga  Jangan Nunggak Iuran BPJS Kesehatan Kalau Tak Ingin Ditagih 'Debt Collector'

“Perlawanan pelanggan tidak mau membayar tagihan susulan dan tagihan rekening yang membengkak, akibat pelanggan merasa tidak melakukan kesalahan akan tidak berarti apa-apa ketika petugas PLN mencabut aliran listrik pelanggan. Pelanggan yang tidak tahan gelap gulita pun terpaksa membayar tagihan hitungan sendiri yang dikeluarkan PLN Lubuk Pakam,” bebernya.

Padian Siregar berharap Direksi PLN harus melakukan evaluasi total terhadap PLN Lubuk Pakam yang dinilai lambat dan sewenang-wenang membuat tagihan kepada pelanggan. “Di saat pelanggan harus membayar kewajiban tepat waktu, tetapi PLN Lubuk Pakam belum menjalankan pelayanan dengan baik,” katanya. (aul/cektkp/red)