Loading...

Jalan Tol di Malaysia Bakal Gratis, di Indonesia Masih Ribut Soal Tarif

Loading...

Cektkp.id- Pemerintah Malaysia berencana menggratiskan tarif tol di negaranya. Ini adalah kebijakan dan janji kampanye yang akan dilaksanakan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Pemerintah Malaysia telah memulai pembicaraan dengan Gamuda Bhd, salah satu perusahaan konstruksi Malaysia yang mengelola sejumlah jalan tol. Setidaknya ada empat ruas tol yang saat ini dikelola Gamuda Bhd yang akan digratiskan.

Empat ruas tol itu adalah Damansara Puchong; Shah Alam; SPRINT yang menghubungkan Kerinchi Link dengan Damansara Link dan Penchala Link; Serta terowongan SMART, yang selain berfungsi sebagai jalan bebas hambatan, juga sebagai saluran pencegah banjir.

Memang tak gratis total, pemerintah Malaysia akan melakukannya secara bertahap. Setidaknya di luar jam padat kendaraan, yakni antara pukul 11.00 hingga 17.00 waktu setempat.

Sedangkan di jam padat, yakni selama sekitar enam jam dalam sehari, masyarakat dikenakan tarif yang dinamai sebagai “biaya kemacetan”. Besarnya setara dengan tarif tol saat ini.

Baca Juga  PT INALUM Gelar Kelas Kreatif Bagi Pengusaha Kuliner di Kabupaten Batu Bara

Jika Malaysia akan menggratiskan tarif tol, di Indoensia persoalan tarif tol Trans Jawa masih menjadi polemik. Pengusaha angkutan logistik meminta pemerintah mengkaji ulang tarif tol Trans Jawa karena dinilai mahal dan menyebabkan pembiayaan naik hingga dua kali lipat.

“Kita bisa bandingkan, bahwa selama ini hanya sekitar Rp 500 ribu, sekarang Rp 1 juta lebih,” ungkap Wakil Ketua Aptrindo Nofrisel, beberapa waktu lalu.

Mahalnya tarif Tol Trans Jawa ini juga menjadi bahan perbincangan politik di tengah kampanye Pilpres. Tim kampanye Prabowo-Sandi melalui juru bicara mereka, Rendra Ratu Prawiranegara mengungkapkan mahalnya tarif disebabkan pembiayaan.

rata-rata biaya pembangunan tol 2 lajur di Indonesia mencapai Rp 100 miliar per kilometer (km). Biaya itu 3 kali lebih mahal dari rata-rata di Thailand. Hal itu berimbas pada tarif tol.

Menurut perhitungan Rendra rata-rata tarif tol di Indonesia Rp 1.300 per km, paling mahal di kawasan Asia Tenggara. Sebagai pembanding, tarif tol di Malaysia Rp 492 per km, Thailand Rp 440 per km, Singapura Rp 778 per km, Vietnam Rp 1.200 per km, Filipina Rp 1.050 per km.

Baca Juga  Ini Capaian PT Inalum Selama Tahun 2018

Masalah itu kemudian ditanggapi Chief Executive Officer (CEO) Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Bappenas Ekoputro Adijayanto. Menurut dia, apabila melihat tarif tol tiap negara harus memperhatikan juga tahun pembangunannya.

Tahun pembuatan (tol) berpengaruh sekali terhadap tarif tol itu sendiri,” katanya.

Dia menyebut, tol di Indonesia yang selesai dibangun pada rentang 2015-2018 mencapai 616 km, sementara tol yang selesai dibangun pada 1978-2014 sepanjang 242 km. Semakin baru, makin mahal pula biaya pembangunannya.

Sumber: kumparan.com