Loading...

Jelang Tahun Baru, Harga Daging dan Telur Ayam Meroket

Loading...

Cektkp.id- Pantauan  di sejumlah pasar tradisional di Medan terjadi peningkatan yang tajam pada harga daging ayam. Namun harga tersebut bukanlah acuan harga yang ideal. Setelah perayaan tahun baru selesai, harga daging ayam diperkirakan akan kembali pulih.

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, tren permintaan daging ayam yang tinggi masih sangat wajar. Masyarakat masih banyak yang membutuhkan daging ayam untuk merayakan tahun baru. Jadi semuanya masih terlihat lumrah. Meskipun ada kenaikan harga yang signifikan disini.

“Untuk harga daging sapi sejauh ini pantauan kita juga masih cukup stabil. Daging sapi dijual dikisaran Rp 120 ribu per Kg untuk daging yang paling mahal di tingkat pedagang tradisional. Harga daging terpantau stabil sekalipun ada permintaan yang cukup signifikan,” katanya, Senin (31/12).

Jika ditarik kesimpulan, maka sejumlah harga yang berpotensi menumbang inflasi di bulan Desember ini adalah telur ayam. Karena harganya konsisten mengalami kenaikan sejak pertengahan bulan November. Dimana saat bulan November harga telur ayam naik dari kisaran Rp 21 ribu per Kg menjadi Rp 24 ribu per Kg saat ini.

Baca Juga  Supir Truk Ogah Masuk Tol Trans Jawa, Alasannya Menohok Banget

“Untuk harga daging ayam juga demikian, terpantau lebih mahal di ujung bulan Desember yang mencapai Rp 35 ribu per Kg. Namun jika membandingkan harga di pertengahan bulan November dan Desember justru ayam harganya masih lebih murah. Dimana harga daging ayam dipertengahan tahun November sempat menyentuh Rp 27 ribu per Kg hingga di penghujung tahun,” ujarnya.

Bahkan harga daging ayam pernah menyentuh level Rp 28 ribuan di pertengahan Desember 2018. Jadi ayampun belum tentu menyumbangkan inflasi di bulan desember ini. Karena harga dipertengahan dan akhir bulan November hingga pecan ke tiga desember harganya relative sama.

“Untuk cabai merah sendiri, memang rata-rata harga cabai merah di Desember ini lebih murah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Dimana dibulan lalu sebesar Rp 24 ribuan (pertengahan November), naik lagi menjadi Rp 28 ribuan (ujung November) dan bertengger dikisaran Rp 20 ribuan di pertengahan desember dan di akhir bulan masih relatif sama dengan bulan sebelumnya,” ujarnya.

Baca Juga  Rencana Selebgram Dikenakan Pajak

Jadi jika ditarik data maka dlDesember ini cabai bisa saja justru menyumbangkan deflasi. Sementara telur yang secara konsisten menunjukan tren kenaikan sehingga sangat berpeluang memicu terjadinya inflasi. Dengan mempertimbangkan harga tiket yang berpeluang naik. Maka Natal dan tahun baru ini belum akan mencetak angka inflasi yang tinggi.

“Saya masih optimis inflasi bisa ditekan di bawah 0.5%.

Saya melihat inflasi berpeluang bergerak moderat dalam rentang 0.2 hingga 0.4%,” pungkasnya. (aul/cektkp)