Loading...

Gojek dan Grab Gagal Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Loading...

Cektkp.id- Survei kesejahteraan mitra pengemudi atau driver online di wikayah Jabodetabek, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, hasilnya cukup mencengangkan.

Survei ini melibatkan 600 responden, di mana masing-masing 300 berasal dari moda motor dan moda mobil. Lalu, sebanyak 231 Angkutan Sewa Khusus (ASK) menjadikan profesi ini sebagai pekerjaan utama, sedangkan 60 lainnya hanya sebagai sampingan.

Sedangkan ojek online (ojol), dari 300 responden, sebesar 71,7 persen menjadikannya sebagai mata pencaharian utama.

Pelaku ASK yang mengaku profesinya sebagai pekerjaan utama, dari 100 responden sebelumnya bekerja sebagai karyawan, kini 82 responden adalah sopir taksi, angkutan umum dan pribadi. Sedangkan yang pengangguran hanya 10 persen.

Lantas, sisanya bekerja sebagai pelajar, wirasawasta, PNS, buruh dan freelance. Adapun untuk ojol, sebanyak 36,74 persen mengaku sebagai karyawan dan 19,7 persen sebagai buruh.

Baca Juga  Layanan Bank Mandiri Kembali Normal, Saldo Nasabah Dipastikan Aman

Hanya sekitar 5,58 persen atau 12 responden yang sebelumnya tidak bekerja. Sisanya, pernah berprofesi sebagai TNI/Polri, serabutan, teknisi, pelayaran, sopir pribadi, serta ibu rumah tangga.

“Data ini mengoreksi klaim dari perusahaaan aplikator (Gojek dan Grab) yang mengklaim bahwa mereka telah menciptakan lapangan kerja baru. Faktanya, lebih tepat dikatakan bahwa mereka memberi opsi pekerjaan baru,” kata Ketua Tim Penelitian, Darmaningtyas, Jakarta, Rabu, (19/12).

Sumber: viva.co.id