Loading...

Sedih, Upah Penganyam Kawat Panggangan Hanya Rp 6.000/Kodi

Loading...

Cektkp.id- Banyak perempuan yang ingin sekali membantu perekonomian keluarga, walaupun upah yang diterima tidaklah besar. Banyak perempuan yang mengerjakan orderan seperti mengemas kacang lotre, membuat sarung bantal, panggangan, jok baby, dan banyak lagi yang lainnya.

Seperti yang ditekuni oleh Juliani, seorang pekerja rumahan yang mengorder jok baby dimana sudah dilakoninya selama 20 tahun. Dan upah yang diperoleh sangat rendah. Yakni dalam satu hari penghasilan yang diperoleh mulai Rp 3500 hingga Rp 9500. Bahkan untuk mendapatkan upah tersebut juga sudah melibatkan anggota keluarga.

“Untuk mengerjakan jok baby ini melebih tujuh jam, namun upah yang saya peroleh tidaklah besar bahkan sangat kurang sekali, namun saya tetap bertahan agar bisa membantu bayar uang listrik dan pengeluaran keluarga lainnya,” katanya, Jumat (5/10/2018).

Baca Juga  Oegroseno Hadiri Dialog Kelistrikan Bersama Jurnalis dan NGO

Sementara untuk satu hari, Juliani hanya mampu menyelesaikan satu lusin. Sebagai perempuan yang memiliki keahlian menjahit, Juliani mengaku memiliki keinginan untuk memiliki usaha. Namun sayangnya hal ini terkendala modal.

Begitu juga dengan penganyam kawat untuk panggangan, Samsiah Harahap mengatakan, sudah melakoni orderan dari pabrik ini selama 10 tahun. Upah yang dia terima Rp 6000 perkodi.

“Satu hari saya terima 3 kodi dalam 9 jam pengerjaannya. Dan saya terima upah ini sebulan sekali dari toke (pengusaha), ada juga teman teman saya yang menerima upah seminggu sekali,” ujarnya.

Diakuinya, upah yang diterima sangatlah minim, namun demi untuk membantu perekonomian keluarga dia harus bekerja. Bahkan di sekitar rumahnya dikawasan kabupaten Deliserdang, Sumut ini banyak para perempuan khususnya ibu rumah tangga melakoni pekerjaan rumahan ini.

Baca Juga  Survei Tingkat Kepuasan Pelanggan PLN di Medan dan Deli Serdang, Ini Hasilnya

“Minimnya upah yang saya terima harus tetap saya kerjakan, sebab mengerjakannya bisa dilakukan dirumah dengan sambil menjaga anak, memasak, daripada bekerja diluar rumah, namun saya berharap pengusaha mau menambah upah kami ini,” pungkasnya. (aul/cektkp)