Lemhannas RI Bangga Inalum Telah Menjadi Induk Holding Industri Pertambangan

CEKTKP.ID, KUALATANJUNG- Rombongan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) yang dipimpin oleh Brigjen TNI Ramses Lumban Tobing, ST mengunjungi pabrik Peleburan milik PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum kemarin (6/3/2018).

Ramses selaku Direktur Pengkajian Ekonomi Lemhanas melakukan kunjungan dalam rangkaian Kajian Jangka Panjang dengan judul “Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam Rangka Ketahanan Nasional”

Dalam kunjungan ini digelar sesi paparan dan diskusi terkait proyek-proyek pengembangan dan kinerja INALUM yang diakhiri dengan kunjungan lapangan untuk melihat produk akhir INALUM berupa Aluminium Ingot, Billet dan Foundry Alloy.

Dalam sambutannya, Brigjen TNI Ramses Lumban Tobing, ST selaku pimpinan rombongan Lemhannas RI menyampaikan rasa maksud dari kunjungan tersebut.

“Lemhannas RI sengaja memilih INALUM karena sesuai dengan tema kajian jangka panjang tahun ini yaitu Akselerasi Transformasi Ekonomi Berbasis Industri Manufaktur guna Meningkatkan Kemandirian dan Daya Saing dalam Rangka Ketahanan Nasional,” ungkap Ramses.

Baca Juga  PT Inalum Fasilitasi 230 Pemudik Lewat Jalur Darat

Selain itu, Prof. Dr. Miyasto, S.U selaku Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Ekonomi Lemhannas RI menyampaikan rasa bangganya terhadap INALUM yang telah menjadi 100% milik Pemerintah Indonesia dan menjadi Holding Industri Pertambangan.

“Kami bangga Inalum telah menjadi milik merah putih sepenuhnya dan menjadi Induk Holding Industri Pertambangan,” tutur Miyasto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Operasi merangkap Plt. Direktur Pengembangan & Bisnis Inalum SS Sijabat menyampaikan bahwa Inalum terus menjaga budaya positif yang sudah diterapkan sejak masa Penanaman Modal Asing (PMA) meskipun sekarang telah menjadi BUMN dan Induk Holding Industri Pertambangan.

“Inalum masih menerapkan corporate culture yang positif yang telah diterapkan sejak masa kepemilikan Jepang, meskipun saat ini telah berstatus BUMN.”

“Dan Inalum dan baru saja ditunjuk menjadi Induk Holding Industri Pertambangan pada 27 November 2017 lalu membawahi PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Timah Tbk dan 9,36% saham PT Freeport Indonesia sebagai anggota Holding,” jelas Sijabat.

Baca Juga  Sebanyak 1.000 Pemudik Inalum Tiba di Belawan

Pada kesempatan terpisah, Sekretaris Perusahaan Inalum Ricky Gunawan menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan hilirisasi pada sektor tambang.

“Produk baru Billet dan Foundry Alloy merupakan salah satu contoh Inalum berusaha melakukan hilirisasi tambang. Hal ini merupakan salah satu amanat dari Pemerintah kepada Inalum sebagai Induk Holding Industri Pertambangan,” tutur Ricky.

Turut hadir dalam kunjungan ini Direktur Keuangan Inalum Oggy A. Kosasih, Direktur Umum & SDM INALUM Carry E.F. Mumbunan dan jajaran manajemen lainnya. Rangkaian kunjungan kemudian ditutup dengan foto bersama dan serah terima cinderamata.

(cektkp/vdp)