Pengertian Asuransi

Anda tertarik untuk ikut dalam asuransi? Simak pengertian asuransi dan unsur-unsur asuransi yang perlu dipahami oleh calon nasabah berikut ini.

Pengertian asuransi dan resiko merupakan dua hal yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Secara umum, asuransi diartikan sebagai bentuk pengendalian resiko dengan cara memindahkan atau transfer dari pihak satu ke pihak lainnya.

Selanjutnya, pengertian asuransi menurut UU No. 40 adalah suatu bentuk perjanjian antara dua pihak yakni pemegang polis atau nasabah dan perusahaan asuransi sebagai dasar acuan penerimaan premi oleh perusahaan asuransi.

Pengertian Asuransi Umum dan Unsur-Unsurnya

Singkatnya, asuransi umum merupakan perjanjian antara dua belah pihak dimana pihak tertanggung berkewajiban membayar premi pada perusahaan sesuai perjanjian dikarenakan adanya pengalihan resiko.

Asuransi memiliki tiga unsur yang terdiri dari:

1. Premi Asuransi

Premi asuransi adalah sejumlah iuran dana yang harus dibayarkan setiap periode waktu tertentu (setiap bulan/tahun) sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati nasabah tertanggung dan pihak perusahaan.

2. Polis Asuransi

Unsur selanjutnya yakni polis asuransi yang berarti sebagai dokumen yang sah untuk mengatur perjanjian yang dilakukan dalam asuransi.

3. Klaim Asuransi

Klaim asuransi yakni proses pengajuan secara resmi kepada pihak perusahaan atau penyedia jasa asuransi ketika nasabah mengalami masalah atau hal-hal yang tidak diinginkan agar resiko yang ditanggung tidak terlalu memberatkan.

Manfaat Asuransi

Berikut ialah beberapa manfaat asuransi secara umum yang akan Anda dapatkan:

1. Memberikan Ketenangan

Salah satu manfaat yang akan diperoleh ketika memiliki asuransi ialah ketenangan. Pasalnya, Anda tidak akan pernah mengetahui apa saja kemungkinan yang terjadi hari esok.

Dana darurat atau pengeluaran tak terduga bisa saja muncul sewaktu-waktu diluar prediksi Anda.

Melalui asuransi, setiap penggunanya akan mendapatkan proteksi dari resiko ketidakpastian hari esok. Dalam hal ini, pihak penyedia jasa asuransi akan mengcover sebagian dana atas suatu kejadian atau masalah yang terjadi.

Itu sebabnya, kepemilikan asuransi kerap juga disebut sebagai tindakan preventif untuk menanggulangi kerugian.

2. Tabungan dan Investasi

Manfaat selanjutnya yang diperoleh ketika Anda tergabung sebagai nasabah suatu polis asuransi ialah memperoleh tabungan atau investasi di akhir periode kontrak.

Dalam jenis asuransi ini biasanya juga terdapat kelonggaran dan fleksibilitas dalam pemilihan masa pertanggungan.

Pada umumnya, masa pertanggungan yang ditetapkan mulai dari 5, 7, sampai dengan 10 tahun. Selanjutnya, mengenai jenis premi yang ditetapkan ialah premi tunggal yang cukup terjangkau atau bebas dari biaya administrasi.

3. Membantu Meminimalisir Kerugian

Meski asuransi terbagi dalam berbagai jenis, namun manfaatnya secara umum ialah membantu pemegang polis untuk meminimalisir kerugian tak terduga yang terjadi di kemudian hari. Misalnya, kecelakaan ataupun bencana alam.

4. Membantu Mengatur Keuangan

Pembayaran premi yang bersifat memaksa secara tidak langsung dapat membantu Anda dalam mengatur keuangan.

Selain membantu dalam penyisihan dana yang dilakukan tiap bulan, asuransi juga dapat menanggung sebagian dana tak terduga sesuai dengan jenisnya.

Itulah manfaat asuransi secara umum yang pasti diperoleh ketika Anda rutin membayarkan premi setiap bulannya, selanjutnya mengenai manfaat-manfaat lain nantinya disesuaikan dengan jenis asuransi yang dijalankan.

Jenis-Jenis Asuransi

Berdasarkan jenisnya, asuransi terbagi ke dalam beberapa bidang sehingga Anda bisa memilihnya yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan.

Berikut ialah beberapa jenis asuransi:

1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan merupakan jenis asuransi yang menangani masalah yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Adapun beberapa diantaranya seperti biaya perawatan rumah sakit, pengobatan, operasi, ataupun rawat inap.

Dalam hal ini, asuransi kesehatan biasanya terbagi dalam beberapa jenis dengan fasilitas kesehatan yang berbeda-beda. Itu sebabnya, Anda harus mengetahui dengan pasti fasilitas asuransi kesehatan yang dipilih sebelum menggunakannya.

2. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa ialah jenis asuransi yang menangani jiwa dan dan resiko kematian. Asuransi ini bisa dibeli untuk kepentingan pribadi ataupun membelinya untuk orang lain. Adapun beberapa jenis asuransi jiwa ialah sebagai berikut:

a. Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Sesuai dengan namanya, jenis asuransi jiwa ini memberikan jangka waktu mulai dari 5 sampai dengan 20 tahun dengan premi yang tetap. Sebagai nasabah, Anda bisa menentukan besaran premi yang dibayarkan setiap bulannya.

Dalam jenis asuransi ini, premi yang telah dibayarkan dalam kurun waktu tertentu tidak akan hangus walaupun tidak ada klaim sama sekali sehingga setelah kontrak selesai maka dana bisa kembali seutuhnya

b. Asuransi Jiwa Seumur Hidup (Whole Life Insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup menawarkan perlindungan dan jaminan seumur hidup atau terbatas selama 100 tahun. Jenis asuransi ini sangat cocok digunakan bagi Anda yang sudah tidak memiliki tanggungan biaya besar di masa depan.

Manfaatnya tidak hanya sebagai santunan kematian, namun bisa juga digunakan sebagai persiapan akan dana darurat seperti biaya rumah sakit ataupun pengobatan di hari tua.

c. Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Asuransi jiwa dwiguna memiliki dua fungsi sekaligus yakni sebagai asuransi jangka panjang dan tabungan dimana uang premi yang dibayarkan setiap bulan bisa ditarik tunai sebelum masa kontrak berakhir.

3. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan merupakan jenis asuransi yang menawarkan perlindungan dan jaminan biaya pendidikan anak di masa depan.

Dalam hal ini, tidak hanya biaya pendidikan anak yang terjamin, melainkan perlindungan orang tua sebagai pemegang asuransi juga akan diperoleh.

Itulah beberapa informasi terkait materi asuransi secara umum yang bisa Anda pahami untuk menambah pengetahuan.

Setelah membaca informasi di atas, bisa disimpulkan bahwasannya pengertian asuransi dan resiko merupakan dua hal yang saling keterkaitan. Dimana resiko atau kemungkinan terburuk merupakan hal yang diantisipasi dalam asuransi. 

Leave a Comment