Istilah Asuransi

Anda ingin membeli jasa Asuransi? Simak istilah Asuransi yang perlu dipahami oleh nasabah baru sebelum membeli jasa Asuransi berikut ini.


Istilah-Asuransi-yang-Perlu-Dipahami

Istilah asuransi menjadi salah satu hal yang banyak dicari masyarakat belakangan ini. Kebanyakan dari mereka ingin mempelajari terlebih dahulu mengenai istilah-istilah dalam asuransi sebelum menggunakannya.

Proses pemahaman istilah asuransi menjadi suatu hal yang penting mengingat dalam asuransi banyak terdapat istilah yang tidak diketahui oleh orang awam. Selain itu, banyak terdapat istilah dengan bahasa inggris yang tidak bisa langsung dipahami begitu saja.

Istilah Penting dalam Asuransi

Berikut ialah beberapa istilah penting yang kerap dijumpai dalam asuransi:

1. Polis Asuransi

Istilah pertama yang harus Anda ketahui dalam asuransi ialah polis asuransi. Dalam hal ini, polis asuransi diartikan sebagai suatu bentuk perjanjian atau kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni perusahaan penyedia jasa dan nasabah tertanggung.

Dalam polis asuransi biasanya berisi mengenai hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kedua belah pihak. Adapun contoh polis asuransi pada umumnya berbentuk dalam dokumen kontrak tertulis yang ditandatangani oleh pihak-pihak terkait.

2. Premi Asuransi

Istilah selanjutnya yakni premi asuransi atau sejumlah iuran dana wajib yang harus disetorkan setiap bulan atau tahun kepada perusahaan asuransi. Tujuannya yaitu guna meminimalisir resiko yang akan terjadi di kemudian hari.

3. Uang Pertanggungan

Tidak hanya nasabah yang berkewajiban membayarkan premi, melainkan perusahaan juga memiliki kewajiban dalam pembayaran uang pertanggungan. 

Dalam hal ini, uang pertanggungan ialah sejumlah dana yang harus dibayarkan oleh pihak perusahaan asuransi ketika nasabah mengajukan klaim atas resiko yang telah disepakati dalam kontrak asuransi.

Adapun maksud dari klaim asuransi ialah proses pengajuan dana tertanggung secara resmi kepada perusahaan ketika nasabah terkena masalah atau mengalami suatu hal yang tidak diinginkan. 

Klaim asuransi ini bertujuan untuk mengcover sebagian dana yang dibutuhkan atau mengurangi resiko agar tidak terlalu memberatkan.

4. Tertanggung

Setelah mengetahui mengenai uang pertanggungan, maka tidak asing lagi tentunya dengan istilah tertanggung. Dalam hal ini, tertanggung merupakan seseorang yang akan menerima uang pertanggungan.

Nama nasabah yang tertulis dalam polis asuransi merupakan seseorang yang akan merasakan manfaat asuransi yakni dengan menerima sejumlah uang dari premi-premi yang telah dibayarkan.

5. Resiko

Resiko merupakan istilah penting dalam asuransi karena hal inilah yang nantinya akan ditekan semaksimal mungkin melalui asuransi. Pastikan jenis atau fasilitas asuransi yang didapatkan bisa menanggung resiko atau kemungkinan terburuk yang sekiranya terjadi.

Asuransi unit link merupakan salah satu jenis asuransi yang bisa dikreasikan dalam pemenuhan kebutuhan proteksi dan investasi. Jenis asuransi ini juga kerap disebut sebagai asuransi non tradisional karena terdapat penggabungan dua jenis instrumen keuangan.

7. Cash Value

Cash value kerap kali terdengar sebagai istilah asing bagi orang-orang awam dalam bidang asuransi. Cash value berarti sebagai sejumlah uang tunai yang nantinya diberikan kepada pemegang polis asuransi sebagai wujud dari kebijakan.

Cash value merupakan fitur asuransi yang tersedia dalam jenis-jenis asuransi dengan cicilan premi yang besar. Sebagai nasabah atau pemegang polis, fitur ini dapat digunakan sesuai dengan prosedur dan ketetapan yang ditentukan oleh perusahaan asuransi.

8. Grace Period

Grace period ialah waktu tambahan yang diberikan kepada nasabah untuk membayarkan premi pada setiap bulan / tahun. Istilah grace period ini juga berarti sebagai masa tenggang yang ditawarkan oleh perusahaan ketika nasabah telah memasuki masa jatuh tempo pembayaran.

Pada umumnya, grace period berkisar antara 30 hari sehingga Anda bisa memanfaatkan kurun waktu tersebut semaksimal mungkin. Apabila nasabah tidak melunasi sesuai tanggal yang ditentukan, maka pihak perusahaan asuransi akan memberikan sanksi.

9. Lapse

Setelah memahami apa itu grace period, maka tidak kalah pentingnya untuk memahami tentang istilah lapse. Dalam asuransi, lapse berarti sebagai suatu masa ketika nasabah tidak membayarkan premi melewati masa tenggang atau grace period.

Lapse juga bisa diartikan sebagai penanda berhentinya efektifitas polis asuransi yang dijalankan. Dengan kata lain, ketika nasabah menunggak pembayaran premi atau lapse maka pihak perusahaan tidak lagi bertanggung jawab dalam menanggung resiko.

10. Rider

Rider merupakan salah satu istilah dalam bidang asuransi yang tidak kalah pentingnya dibandingkan istilah lainnya. Rider berarti sebagai manfaat tambahan yang dapat diperoleh dalam program asuransi yang dijalankan.

Seperti misalnya, jika Anda membeli asuransi kesehatan, maka bisa juga ditambahkan jenis asuransi jiwa di dalamnya sebagai rider. Dengan double asuransi ini, tentunya akan memberikan perlindungan dan jaminan yang lebih maksimal.

Itulah 10 contoh istilah yang biasanya muncul dalam bidang asuransi. Beberapa istilah di atas merupakan istilah dasar yang harus dipahami sebelum menjalankan asuransi sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya Anda akan menjumpai istilah-istilah lain.

Prinsip Asuransi

Tidak cukup hanya dengan memahami mengenai istilah asuransi, sebagai calon nasabah atau pemilik polis asuransi juga harus memahami terkait bagaimana prinsip yang diterapkan dalam asuransi. Berikut ialah beberapa di antaranya:

  • Kepentingan yang diasuransikan (Insurable Interest): Asuransi dijalankan harus berdasarkan atas kepentingan melalui objek asuransi berupa harta benda.
  • Itikad baik (Utmost Good Faith): Itikad baik berarti sebagai kejujuran dalam menjelaskan objek yang diasuransikan oleh nasabah dan resiko yang mungkin terjadi secara detail oleh perusahaan penyedia jasa.

Kini Anda jadi mengetahui apa saja istilah asuransi dan dua prinsip dasar yang harus dijalankan dalam asuransi, baik itu oleh pemilik polis asuransi ataupun pihak perusahaan penyedia jasa. Dengan begitu, Anda tidak perlu ragu lagi untuk daftar asuransi.

Leave a Comment