Cara Kerja Asuransi

Anda mulai tertarik dengan asuransi? Simak sistem kerja dan cara kerja asuransi yang wajib dipahami oleh para penggunanya berikut ini.


Jika dibanding dengan beberapa tahun silam, berbagai produk asuransi kini sudah jauh lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah perusahaan asuransi bersama dengan meningkatnya pelayanan yang diberikan.

Banyak manfaat asuransi bagi para pengguna atau nasabahnya. Untuk itu banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut membeli asuransi sebagai jaminan perlindungan.

Pernahkah Anda penasaran dengan cara kerja asuransi?

Jenis-jenis asuransi sepertinya sudah banyak diketahui, tapi sepertinya tidak dengan sistem kerja asuransi.

Sebagai salah satu bagian dari kehidupan masyarakat modern dan bahkan di era digital ini, cara kerja dari asuransi juga penting untuk Anda ketahui. Berikut penjelasan selengkapnya.

Bagaimana Cara Kerja Asuransi?

Perusahaan asuransi adalah perusahaan yang menyediakan perlindungan finansial di masa depan bagi para pemegang polis asuransi (bisa individu, kelompok, atau perusahaan). Perlindungan ini diberikan dalam bentuk dana atau uang.

Nantinya, bisa Anda gunakan untuk mengganti biaya kerusakan kendaraan, kehilangan benda berharga, biaya rumah sakit atau berobat, biaya pendidikan, dan bahkan sebagai dana untuk kebutuhan Anda di hari tua nanti setelah tidak lagi bekerja alias pensiun.

Uang yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada Anda selaku pemegang polis tadi didapat dari perputaran uang premi yang Anda bayarkan secara rutin dan berkala selama jangka waktu tertentu.

Secara umum, ini dia sistem kerja perusahaan asuransi:

1. Mencari Calon Nasabah dan Mengenalkan Berbagai Jenis Asuransi

Sebenarnya tidak jauh beda dengan berbagai perusahaan lain, perusahaan asuransi juga akan mencari nasabah agar produk-produk yang ditawarkan bisa laku.

Tahapan yang pertama ini sangat tergantung dengan telemarketing, agen asuransi, online insurance broker, dan juga bancassurance.

Pihak-pihak inilah yang secara tidak langsung akan menentukan berapa banyak keuntungan perusahaan yang bisa didapat karena jumlah tergantung pada jumlah nasabah. 

Jika sudah berhasil mendapat calon nasabah, selanjutnya agen asuransi akan menawarkan sekaligus mengenalkan berbagai produk asuransi dari perusahaannya.

Lalu jika dibutuhkan, agen juga bisa memberikan saran mengenai produk maupun jenis asuransi apa sih yang paling tepat/sesuai dengan kebutuhan si nasabah tadi.

Cara kerja agen asuransi agar tidak langsung ditolak oleh calon nasabah biasanya dengan melakukan identifikasi dulu.

Misalnya mencari tahu pekerjaan, usia, lingkungan tempat tinggal, kondisi keluarga, pendapatan, jumlah anggota keluarga yang ditanggung, dan berbagai hal dasar lain terkait nasabah. Kenapa hal ini harus diketahui? 

Jawabannya adalah agar agen bisa menawarkan produk yang paling tepat untuk nasabah. Jika produk yang ditawarkan memang dibutuhkan nasabah, maka nasabah tidak akan mudah menolak, bukan? 

Adapun informasi yang akan disampaikan oleh agen kepada calon nasabah biasanya meliputi:

  • Definisi dari jenis asuransi yang ditawarkan dan menyebutkan juga jenis asuransi lainnya yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Memberitahu berbagai manfaat yang didapat jika mendaftar asuransi.
  • Simulasi jumlah premi yang perlu dibayar nasabah.
  • Cara untuk melakukan pencairan/klaim asuransi.
  • Jumlah dana yang bisa didapat nasabah saat mengajukan klaim.
  • Apa saja resiko yang akan ditanggung/diganti biayanya oleh perusahaan sesuai jenis produk asuransi yang dipilih.
  • Hal-hal apa saja yang membuat pemegang polis tidak bisa melakukan klaim.

2. Tanda Tangani Perjanjian Polis

Jika tahapan pertama dari cara kerja perusahaan asuransi tadi telah membuahkan hasil, maka selanjutnya perusahaan akan membuat perjanjian polis nih dengan calon pemegang polis tadi. 

Pada tahapan ini Anda sebagai calon pemegang polis akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan berbagai data diri lain yang dibutuhkan bersama juga dengan berkas-berkas Anda.

Lalu Anda juga akan diminta untuk membaca perjanjian polis yang isinya sudah sangat lengkap mulai dari jenis asuransi hingga jumlah klaim, dan jika setuju maka Anda bisa menandatanganinya.

3. Bayar Premi

Jika sudah sepakat dengan perjanjian asuransi pada tahap kedua tadi, maka sekarang harus melaksanakan kewajiban Anda, yaitu membayar premi sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati dalam kontrak.

Nah, untuk jadwal dan jumlahnya ini bisa beda-beda di setiap perusahaan.

Bahkan di satu perusahaan yang sama, setiap pemegang polis juga bisa beda-beda jadwalnya. Begitu juga dengan jumlahnya. Karena tergantung sekali dengan jenis asuransi apa yang Anda pilih dan kondisi keuangan Anda masing-masing.

Biasanya, sejumlah faktor berikut ini akan mempengaruhi besaran premi yang ditentukan oleh perusahaan dan disebutkan dalam perjanjian polis tadi:

  • Usia Anda
  • Cakupan dari pertanggungan
  • Manfaat asuransi yang Anda dapat
  • Gaya hidup dan kondisi kesehatan Anda
  • Lingkungan kerja dan tempat tinggal
  • Hobi

4. Ajukan Klaim

Jika Anda sudah melakukan kewajiban Anda dengan baik, maka perusahaan asuransi yang selanjutnya perlu melakukan kewajibannya ketika Anda membutuhkan dana untuk memperbaiki barang yang Anda asuransikan atau mungkin juga biaya pengobatan.

Tapi saat Anda mengajukan klaim, prosesnya tidak semulus yang dikira. Perusahaan akan melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi agar dana bisa dicairkan.

Penyelidikan ini akan membuat perusahaan melakukan verifikasi dengan pihak ketiga seperti rumah sakit, kerabat atau keluarga Anda.

Untuk itu pahami beberapa istilah asuransi agar Anda sebagai pengguna tidak bingung dan paham cara kerja asuransi tersebut.

Secara garis besar dan ringkas, cara kerja asuransi adalah empat tahapan di atas. Tapi jika dijabarkan lagi sebenarnya sangat panjang, detail, rumit, dan tidak semudah yang Anda lihat di atas. Oleh karena itu, Anda harus bisa mengetahui informasi asuransi dengan lengkap.

Leave a Comment